faktakalbar

15 Ribu Warga Mengungsi, Pemkab Agam Kebut Perbaikan Darurat dan Mobilisasi Logistik

Penulis: Redaksi Thursday, 04 December 2025 📖 2 menit
15 Ribu Warga Mengungsi, Pemkab Agam Kebut Perbaikan Darurat dan Mobilisasi Logistik
Faktakalbar.id, PADANG – Dampak fenomena cuaca ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kian meluas. Pemerintah daerah kini memfokuskan upaya pada penanganan darurat bencana, terutama pelayanan terhadap ribuan warga yang terdampak. Hingga Rabu (3/12/2025), tercatat lebih dari 15.300 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Baca Juga: BNPB Distribusikan 40 Ton Bantuan Kemenko Perekonomian untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Agam per Selasa (2/12) pukul 20.00 WIB, gelombang pengungsian tersebar di tujuh kecamatan. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kecamatan Tanjung Raya dengan jumlah mencapai 9.198 jiwa. Wilayah lain yang mencatat jumlah pengungsi signifikan meliputi Kecamatan Malalak sebanyak 2.419 jiwa, Palembayan 1.511 jiwa, Tanjung Mutiara 901 jiwa, dan IV Koto 778 jiwa. Selain itu, terdapat 400 pengungsi di Ampek Nagari dan 100 orang di Kecamatan Palupuh. Untuk merespons situasi ini, BPBD telah mengaktifkan pos komando (Posko) utama di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam serta membentuk 13 pos lapangan di berbagai kantor kecamatan. Baca Juga: Total Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 442 Jiwa, BNPB Kebut Distribusi Logistik dan Alat Berat Dapur Umum dan Distribusi Udara Prioritas utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar. Posko darurat telah mengoperasikan 26 titik dapur umum, baik yang menggunakan mobil operasional maupun tenda darurat dan rumah warga. “Pendistribusian lewat udara terus dikerahkan untuk membantu dapur umum dan kebutuhan lain yang dibutuhkan para pengungsi, khususnya di titik-titik yang masih terisolir,” demikian keterangan resmi dari Posko Tanggap Darurat. Kerusakan Infrastruktur Masif Selain dampak kemanusiaan, kerugian materiil akibat bencana ini juga sangat besar. Data mencatat sebanyak 465 unit rumah mengalami rusak berat, 188 unit rusak sedang, dan 406 unit rusak ringan. Kerusakan infrastruktur publik juga menjadi tantangan berat dalam penanganan darurat bencana ini. Sebanyak 10 jembatan putus, 25 titik jalan rusak, 6.780 meter jaringan air bersih hancur, dan 102 fasilitas pendidikan terdampak. Baca Juga: Update Bencana Hidrometeorologi Humbahas: 6 Meninggal, BNPB Pasang Internet Starlink Alat Berat Ditambah Hingga Rabu (3/12), upaya pembukaan akses yang terputus terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Agam bersama BNPB telah mengerahkan 10 unit alat berat ke lokasi krusial seperti Tanjung Raya, Matur, Malalak, Ampek Nagari, IV Koto, dan Lubuk Basung. “Lima alat berat akan ditambahkan untuk mempercepat penanganan, seperti 3 unit bantuan dari United Tractor, Zipur dan Kota Payakumbuh masing-masing 1 unit,” tambah laporan tersebut. Di sektor komunikasi, dukungan datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memasang peralatan di tiga titik strategis, yakni Jorong Bukik Malanca (Malalak Timur), Posko Tim Koto Alam (Palembayan), dan Posko Utama BPBD. Meski kerusakan meluas, tiga kecamatan dilaporkan tidak terdampak signifikan, yaitu Kecamatan Sungai Pua, Candung, dan Ampek Angkat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK