Kirim 15 Ton Jengkol Pontianak ke Jakarta, Karantina Pastikan Bebas OPTK
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Karantina Kalimantan Barat
memastikan kelancaran distribusi komoditas pertanian unggulan menuju Jakarta.
Sebanyak 15 ton jengkol (
Pithecellobium lobatum
) diberangkatkan melalui jalur laut guna memenuhi tingginya permintaan pasar di ibu kota, Senin (02/02/2026).
Baca Juga:
Antisipasi Virus Nipah dan PPR, Karantina Kalbar Perketat Pengawasan di Batas Negara
Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mendukung distribusi komoditas pertanian antardaerah.
Komoditas yang sering dijuluki sebagai "primadona" ini dikumpulkan dari berbagai sentra produksi yang tersebar di Kalimantan Barat.
Sebelum komoditas tersebut dimuat ke dalam kapal, petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan secara saksama. Langkah ini bertujuan untuk menjamin jengkol bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan karantina sebelum pengiriman.
Ketua Tim Kerja Tumbuhan, Bernanda Irine menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan demi memastikan agar tidak ada hama penyakit yang terbawa.
"Pemeriksaan secara mendetail dilakukan untuk memastikan tidak ada organisme pengganggu tumbuhan yang terbawa dalam pengiriman ini. Petugas kami bekerja secara teliti di lapangan agar kualitas jengkol tetap prima sejak dari pelabuhan hingga tiba di Jakarta nanti,"
jelas Bernanda.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Karantina Kalimantan Barat, Ferdi menegaskan komitmen pihaknya dalam menjamin produk pertanian yang layak dipasarkan.
Baca Juga:
Kewenangan Beralih ke Syahbandar, UPP Kendawangan Kumpulkan Pelaku Usaha Bahas Aturan Baru Angkutan Sungai
"Kami memastikan setiap komoditas yang keluar dari Kalimantan Barat, terutama jengkol ini, telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan sehingga memiliki daya saing tinggi dan layak dipasarkan ke wilayah mana pun,"
ungkap Ferdi.
Kolaborasi antara pelaku usaha dan petugas karantina menjadi kunci suksesnya kegiatan lalu lintas komoditas ini.
Prosedur karantina yang efektif terbukti mampu mendukung percepatan distribusi bahan pangan tanpa mengabaikan faktor keamanan hayati, sehingga memberikan rasa aman bagi konsumen di Jakarta.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.