faktakalbar

Menurut Pakar, Ini 2 Tantangan Terbesar yang Membuat Seseorang Gagal Rutin Olahraga

Penulis: Dimas Thursday, 02 October 2025 📖 2 menit
Menurut Pakar, Ini 2 Tantangan Terbesar yang Membuat Seseorang Gagal Rutin Olahraga
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Bagi sebagian orang, menjaga rutinitas olahraga bukanlah hal yang mudah. Banyak yang memulai dengan semangat tinggi, tetapi justru berhenti di tengah jalan. Menurut Brand Specialist Technogym Indonesia, Hadi Wijaya, ada dua tantangan terbesar yang sering membuat seseorang gagal untuk konsisten berolahraga. Mengidentifikasi tantangan ini adalah kunci pertama menuju kesuksesan kebugaran. 1. Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain Hadi Wijaya menyebut menjaga diri tetap termotivasi adalah tantangan terbesar. Tantangan ini berkaitan erat dengan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. “Yang menghalangi kita untuk termotivasi berolahraga secara konsisten, yang paling umum, adalah membandingkan diri kita dengan orang lain dalam satu cabang olahraga yang sama,” ungkap Hadi kepada Kompas.com di showroom Technogym, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025). Ketika seseorang menyukai jenis olahraga baru, mereka sering mencari kelompok atau teman. Baca Juga: Tren Floating Yoga: Beda dari Yoga Biasa, Butuh Keseimbangan dan Fokus Lebih di Atas Papan Tujuannya adalah untuk berbagi dan mendapatkan koneksi baru. Syukur-syukur, melalui koneksi yang baru terjalin, seseorang bisa lebih mudah mengeksplorasi dan semakin mencintai olahraga tersebut. Namun, memiliki teman yang juga menyukai olahraga yang sama bisa merugikan. Ini terutama terjadi jika kita punya kebiasaan membandingkan diri. Hadi memberikan contoh konkret. “Misalnya lagi suka lari. Terus ngobrol sama rekan kita, nanya pace mereka sudah berapa,” jelasnya. Padahal, tujuan utama berolahraga seharusnya untuk kesehatan dan kesenangan diri, bukan mencari kecepatan ( pace ) terbaik. Hadi mengingatkan bahwa setiap individu memiliki perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut mencakup titik awal, kemampuan, dan tujuan saat berolahraga. Jika terlalu fokus pada pencapaian orang lain, motivasi bisa menurun drastis. Hal ini bahkan bisa berujung pada berhenti berolahraga secara konsisten padahal tujuan awal belum tercapai. Baca Juga: Tips Olahraga Saat Kurang Tidur: Hindari Kardio Berat & Angkat Beban Berisiko Cedera 2. Sulit Mencari Makanan Bergizi Seimbang Selain masalah mental, faktor lingkungan juga menjadi tantangan besar. Lingkungan yang tidak mendukung pola makan sehat menjadi tantangan terbesar kedua. “Kita sangat sulit untuk mencari makanan yang sehat karena banyak gorengan, makanan yang manis-manis, dan juga ada minuman manis,” kata Hadi. Lingkungan makanan yang tidak mendukung pola makan sehat bisa dengan cepat menurunkan motivasi seseorang. Pola pikir yang muncul adalah: “Ah, ngapain olahraga kalau makannya masih berantakan.” Selain itu, pola makan yang berantakan juga tidak mendukung aktivitas fisik yang optimal. Tubuh bisa mudah lelah ketika tidak menerima asupan nutrisi yang seimbang. Kelelahan yang berkelanjutan ini membuat seseorang lambat laun menjadi malas berolahraga. “Maka kita harus cerdas memilih nutrisi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh,” tutur Hadi. Kecerdasan nutrisi ini erat kaitannya dengan kemauan seseorang meluangkan waktu untuk belanja dan memasak sendiri. Ini adalah langkah penting, terutama jika makanan bergizi seimbang sulit didapatkan di luar rumah. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK