Sinyal Hilang Saat Hujan? Ini 3 Alasan Kenapa Jaringan Internet Sering 'Loyo'
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Anda pasti pernah merasakannya: di luar hujan deras, Anda ingin bersantai sambil
streaming
film atau membuka media sosial, namun tiba-tiba jaringan internet menjadi sangat lambat.
Pesan jadi
pending
dan video terus-menerus
buffering
.
Ini bukan hanya perasaan Anda.
Jaringan
internet
, baik data seluler (4G/5G) maupun beberapa jenis Wi-Fi, memang bisa memburuk secara signifikan saat cuaca buruk.
Baca Juga:
Pontianak di Tengah Ancaman Banjir Majemuk: Persoalan Tata Kota, Betonisasi, dan Revitalisasi Parit
Fenomena ini terjadi bukan karena satu alasan, tetapi kombinasi dari beberapa faktor teknis dan perilaku.
Berikut adalah 3 alasan utama mengapa jaringan internet seringkali terasa sangat buruk saat hujan tiba.
1. Sinyal Terhalang Tetesan Air (Rain Fade/Atenuasi)
Alasan paling ilmiah adalah fenomena yang disebut attenuation atau "
rain fade
".
Sinyal data seluler dan satelit adalah gelombang radio (gelombang mikro) yang bergerak dari menara BTS (
Base Transceiver Station
) ke ponsel Anda.
Saat hujan deras, atmosfer dipenuhi oleh miliaran tetesan air.
Tetesan air ini berfungsi sebagai penghalang fisik. Gelombang sinyal akan diserap, dipantulkan, atau disebarkan oleh air, sehingga kekuatan sinyal yang berhasil sampai ke perangkat Anda menjadi jauh lebih lemah.
Semakin tinggi frekuensi sinyal (seperti 5G), semakin rentan ia terhadap
rain fade
.
2. Jaringan Sibuk Akibat Lonjakan Pengguna (
Network Congestion
)
Ini adalah faktor perilaku manusia yang berdampak besar.
Saat hujan lebat, apa yang dilakukan kebanyakan orang? Mereka berteduh dan berdiam diri di dalam ruangan.
Saat berada di dalam ruangan, aktivitas utama mereka adalah menggunakan ponsel atau perangkat lain yang terhubung ke internet entah itu untuk bekerja,
streaming
Netflix, bermain game, atau sekadar
scrolling
media sosial.
Ketika ribuan orang di area yang sama melakukan ini secara bersamaan, terjadi lonjakan trafik data yang ekstrem.
Menara BTS di area tersebut menjadi kelebihan beban atau "macet", menyebabkan kecepatan internet menurun drastis bagi semua orang.
3. Gangguan Fisik pada Infrastruktur
Hujan seringkali tidak datang sendirian; ia datang bersama angin kencang atau bahkan petir.
Faktor-faktor ini dapat menyebabkan kerusakan fisik pada infrastruktur jaringan.
Air dapat merembes masuk ke dalam perangkat keras atau kabel bawah tanah yang mungkin memiliki segel yang sudah rusak, menyebabkan korsleting atau gangguan.
Selain itu, angin kencang dapat sedikit menggeser posisi antena pemancar di menara BTS, membuatnya tidak sejajar sempurna dengan penerima.
Bahkan, pemadaman listrik singkat di area menara BTS akibat badai dapat memaksa menara beralih ke daya baterai cadangan yang mungkin memiliki performa terbatas.
Baca Juga:
STOP! Jangan Lakukan Ini dengan HP dan Laptop Saat Hujan Petir Bisa Tersambar
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.