4 Alasan Ilmiah Kenapa Jajan Mengembalikan Mood Saat Stres dan Lelah
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Saat menghadapi tekanan pekerjaan atau dilanda kelelahan fisik maupun mental, banyak dari kita yang secara naluriah mencari camilan atau makanan ringan.
Kebiasaan "jajan" atau mengonsumsi
comfort food
ini sering kali berhasil mengembalikan semangat kita.
Ternyata, fenomena ini bukan sekadar nafsu atau kebiasaan buruk, melainkan memiliki penjelasan ilmiah dan psikologis yang mendalam.
Berikut adalah 4 alasan utama mengapa jajan sangat efektif mengembalikan
mood
Anda saat stres dan kelelahan:
Baca Juga:
Bernostalgia dengan 4 Jajanan Jadul yang Bikin Kangen Masa Kecil
1. Peningkatan Hormon Kebahagiaan Instan (Dopamin)
Makanan dengan kandungan gula dan lemak tinggi (seperti cokelat, es krim, atau camilan gurih) adalah pemicu kuat pelepasan Dopamin di otak sering disebut sebagai hormon
reward
atau kesenangan.
Saat Anda stres atau lelah, kadar hormon Dopamin bisa menurun.
Mengonsumsi makanan yang sangat disukai (jajanan) memberikan sinyal
reward
yang cepat ke otak.
Pelepasan Dopamin yang instan ini menciptakan perasaan bahagia, puas, dan nyaman, sehingga efektif "mengganti rugi" emosi negatif yang disebabkan oleh stres.
2. Efek Biologis: Mengisi Kembali Cadangan Energi Cepat
Kelelahan, terutama kelelahan mental setelah berpikir keras (
cognitive overload
), seringkali menandakan bahwa cadangan glukosa di otak sedang menipis.
Otak adalah organ yang rakus glukosa.
Jajanan yang mengandung karbohidrat dan gula sederhana adalah sumber energi (glukosa) yang paling cepat diserap tubuh.
Pemberian glukosa instan ini segera memulihkan energi otak, mengurangi sensasi kabut mental (
brain fog
), dan secara fisik melawan kelelahan.
Pemulihan energi yang cepat inilah yang secara langsung memperbaiki
mood
dan fokus Anda.
3. Kekuatan Psikologis
Comfort Food
dan Nostalgia
Pilihan jajanan kita, terutama saat stres, cenderung jatuh pada makanan yang memiliki nilai emosional disebut
comfort food
.
Makanan ini biasanya terkait dengan kenangan masa kecil, momen bahagia, atau perasaan aman.
Aktivitas menikmati makanan yang membangkitkan nostalgia mampu mengalihkan perhatian dari sumber stres saat ini.
Jajanan tersebut menjadi "jangkar" psikologis yang membawa Anda ke keadaan emosi yang lebih tenang dan menyenangkan.
Tindakan sederhana membeli dan menikmati makanan ini adalah bentuk kecil dari perawatan diri (
self-care
) yang diizinkan, yang secara signifikan mengurangi ketegangan psikologis.
4. Aktivitas Mengunyah Meredakan Ketegangan
Stres seringkali disertai dengan ketegangan otot, termasuk ketegangan di rahang.
Aktivitas mengunyah, terutama makanan yang memiliki tekstur renyah (
crunchy
) atau kenyal (
chewy
), dapat berfungsi sebagai pelepasan fisik yang
efektif
untuk energi terpendam atau frustrasi.
Gerakan mengunyah ritmis ini bekerja layaknya alat relaksasi sederhana, membantu melepaskan ketegangan otot di sekitar wajah dan leher.
Perhatian yang dialihkan pada
sensasi
mengunyah dan rasa makanan juga memberikan jeda singkat yang penting bagi pikiran yang sedang lelah.
Baca Juga:
5 Ide Cemilan Simpel dan Lezat untuk Mengisi Akhir Pekan yang Seru
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.