faktakalbar

4 Alasan Ilmiah Kenapa Jajan Mengembalikan Mood Saat Stres dan Lelah

Penulis: Redaksi Monday, 27 October 2025 📖 2 menit
4 Alasan Ilmiah Kenapa Jajan Mengembalikan Mood Saat Stres dan Lelah
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Saat menghadapi tekanan pekerjaan atau dilanda kelelahan fisik maupun mental, banyak dari kita yang secara naluriah mencari camilan atau makanan ringan. Kebiasaan "jajan" atau mengonsumsi comfort food ini sering kali berhasil mengembalikan semangat kita. Ternyata, fenomena ini bukan sekadar nafsu atau kebiasaan buruk, melainkan memiliki penjelasan ilmiah dan psikologis yang mendalam. Berikut adalah 4 alasan utama mengapa jajan sangat efektif mengembalikan mood Anda saat stres dan kelelahan: Baca Juga:  Bernostalgia dengan 4 Jajanan Jadul yang Bikin Kangen Masa Kecil 1. Peningkatan Hormon Kebahagiaan Instan (Dopamin) Makanan dengan kandungan gula dan lemak tinggi (seperti cokelat, es krim, atau camilan gurih) adalah pemicu kuat pelepasan Dopamin di otak sering disebut sebagai hormon reward atau kesenangan. Saat Anda stres atau lelah, kadar hormon Dopamin bisa menurun. Mengonsumsi makanan yang sangat disukai (jajanan) memberikan sinyal reward yang cepat ke otak. Pelepasan Dopamin yang instan ini menciptakan perasaan bahagia, puas, dan nyaman, sehingga efektif "mengganti rugi" emosi negatif yang disebabkan oleh stres. 2. Efek Biologis: Mengisi Kembali Cadangan Energi Cepat Kelelahan, terutama kelelahan mental setelah berpikir keras ( cognitive overload ), seringkali menandakan bahwa cadangan glukosa di otak sedang menipis. Otak adalah organ yang rakus glukosa. Jajanan yang mengandung karbohidrat dan gula sederhana adalah sumber energi (glukosa) yang paling cepat diserap tubuh. Pemberian glukosa instan ini segera memulihkan energi otak, mengurangi sensasi kabut mental ( brain fog ), dan secara fisik melawan kelelahan. Pemulihan energi yang cepat inilah yang secara langsung memperbaiki mood dan fokus Anda. 3. Kekuatan Psikologis Comfort Food dan Nostalgia Pilihan jajanan kita, terutama saat stres, cenderung jatuh pada makanan yang memiliki nilai emosional disebut comfort food . Makanan ini biasanya terkait dengan kenangan masa kecil, momen bahagia, atau perasaan aman. Aktivitas menikmati makanan yang membangkitkan nostalgia mampu mengalihkan perhatian dari sumber stres saat ini. Jajanan tersebut menjadi "jangkar" psikologis yang membawa Anda ke keadaan emosi yang lebih tenang dan menyenangkan. Tindakan sederhana membeli dan menikmati makanan ini adalah bentuk kecil dari perawatan diri ( self-care ) yang diizinkan, yang secara signifikan mengurangi ketegangan psikologis. 4. Aktivitas Mengunyah Meredakan Ketegangan Stres seringkali disertai dengan ketegangan otot, termasuk ketegangan di rahang. Aktivitas mengunyah, terutama makanan yang memiliki tekstur renyah ( crunchy ) atau kenyal ( chewy ), dapat berfungsi sebagai pelepasan fisik yang efektif untuk energi terpendam atau frustrasi. Gerakan mengunyah ritmis ini bekerja layaknya alat relaksasi sederhana, membantu melepaskan ketegangan otot di sekitar wajah dan leher. Perhatian yang dialihkan pada sensasi mengunyah dan rasa makanan juga memberikan jeda singkat yang penting bagi pikiran yang sedang lelah. Baca Juga:  5 Ide Cemilan Simpel dan Lezat untuk Mengisi Akhir Pekan yang Seru (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK