4 Dampak Buruk Anemia pada Remaja Perempuan yang Pantang Disepelekan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Anemia
atau kondisi kekurangan sel darah merah merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat rentan dialami oleh remaja perempuan.
Masa pubertas yang ditandai dengan siklus
menstruasi
bulanan, ditambah dengan pola makan yang terkadang kurang seimbang, sering kali menjadi pemicu utama turunnya kadar zat besi di dalam tubuh.
Sayangnya, banyak yang masih menganggap remeh kondisi "kurang darah" ini.
Padahal, jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, anemia bisa membawa sederet konsekuensi negatif yang merugikan.
Baca Juga:
Jangan Anggap Remeh! Ini Bahaya Membiarkan Anemia Saat Datang Bulan
Berikut adalah 4 dampak buruk jika remaja perempuan mengalami anemia:
1. Penurunan Konsentrasi dan Prestasi Belajar
Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk ke otak.
Ketika seorang remaja mengalami anemia, suplai oksigen ke otak akan otomatis berkurang (
oxygen deprivation
).
Akibatnya, mereka akan kesulitan untuk fokus, mudah mengantuk saat jam pelajaran, dan daya tangkapnya menurun. Kondisi ini secara langsung dapat merosotkan prestasi akademik di sekolah.
2. Tubuh Mudah Lelah dan Rentan Penyakit
Remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan idealnya sangat aktif bergerak.
Namun, anemia membuat tubuh mengalami kelelahan kronis (
fatigue
).
Melakukan aktivitas fisik ringan atau rutinitas harian saja akan membuat napas mudah tersengal.
Selain itu, kurangnya pasokan zat besi juga melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga remaja perempuan menjadi lebih gampang terserang penyakit infeksi seperti flu atau demam.
3. Gangguan Pertumbuhan Fisik dan Reproduksi
Masa remaja adalah fase
growth spurt
atau lonjakan pertumbuhan yang sangat krusial sebelum memasuki usia dewasa.
Kekurangan nutrisi penting akibat anemia dapat menghambat proses pematangan fisik secara optimal.
Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat memengaruhi hormon tubuh, sehingga menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
4. Ancaman Risiko Jangka Panjang (
Stunting
)
Dampak buruk anemia ternyata menyimpan bahaya jangka panjang.
Remaja perempuan adalah calon ibu di masa depan.
Jika riwayat anemia ini terus terbawa hingga ia dewasa dan mengandung, risiko terjadinya komplikasi kehamilan akan melonjak tajam.
Ibu hamil yang anemia sangat berpotensi melahirkan bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), hingga memicu siklus
stunting
pada anak yang dilahirkan kelak.
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
Memperbanyak konsumsi makanan kaya zat besi seperti hati ayam, daging merah, bayam, serta rutin mengonsumsi tablet tambah darah adalah langkah investasi kesehatan yang wajib diterapkan oleh setiap remaja perempuan.
Baca Juga:
Pucat dan Lemas Tak Kunjung Sembuh? Hindari 5 Makanan Ini Jika Punya Anemia
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.