faktakalbar

5 Alasan Mengapa Penggunaan Vape Tetap Berbahaya bagi Kesehatan

Penulis: Redaksi Friday, 27 February 2026 📖 2 menit
5 Alasan Mengapa Penggunaan Vape Tetap Berbahaya bagi Kesehatan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Penggunaan rokok elektrik atau vape kerap dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok tembakau konvensional. Sebagian orang bahkan beralih ke vape dengan tujuan sebagai langkah awal untuk berhenti merokok. Namun, faktanya rokok elektrik tidak sepenuhnya bebas risiko dan tetap membawa dampak buruk bagi tubuh. Berikut adalah lima alasan mengapa vaping tetap berbahaya bagi kesehatan Anda: Baca Juga:  BNN RI Resmi Rekomendasikan Pelarangan Vape di Indonesia 1. Mengandung Nikotin yang Memicu Kecanduan Meskipun tidak menghasilkan asap dari pembakaran tembakau, cairan atau e-liquid pada vape umumnya tetap mengandung nikotin. Zat inilah yang membuat penggunanya mengalami kecanduan. Paparan nikotin secara terus-menerus dapat membuat seseorang sulit berhenti dan terus bergantung pada kebiasaan tersebut. 2. Meningkatkan Risiko Penyakit Paru-paru Menghirup uap dari vape berarti memasukkan berbagai partikel halus langsung ke dalam paru-paru. Beberapa cairan vape mengandung bahan kimia perasa yang dikaitkan dengan penyakit paru-paru serius, seperti bronkiolitis obliterans atau yang sering dikenal dengan istilah popcorn lung . Kondisi ini dapat merusak saluran udara kecil di paru-paru. 3. Paparan Bahan Kimia Beracun Cairan rokok elektrik biasanya menggunakan propylene glycol dan vegetable glycerin sebagai bahan dasar pembentuk uap. Ketika dipanaskan menggunakan elemen pemanas logam pada suhu tinggi, bahan-bahan ini dapat terurai menjadi senyawa kimia beracun seperti formaldehida, yang dikenal sebagai zat pemicu kanker ( karsinogenik ). 4. Membahayakan Kesehatan Jantung Nikotin yang diserap oleh tubuh dari vape dapat memacu kerja jantung menjadi lebih keras. Hal ini memicu lonjakan tekanan darah, peningkatan detak jantung, serta mempersempit pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko masalah kardiovaskular. 5. Mengganggu Perkembangan Otak pada Remaja Tren vaping yang kian marak di kalangan anak muda menjadi hal yang mengkhawatirkan. Otak manusia masih terus berkembang hingga usia pertengahan 20-an. Paparan nikotin pada masa ini dapat mengganggu proses perkembangan otak, memengaruhi kendali impuls, kemampuan belajar, serta daya ingat. Beralih dari rokok konvensional ke vape bukanlah solusi kesehatan yang aman. Langkah terbaik untuk menjaga tubuh tetap bugar adalah dengan menghindari segala jenis produk yang mengandung nikotin maupun uap kimia buatan. Baca Juga:  Studi: Pengguna Vape Berisiko 7 Persen Lebih Tinggi Terkena Pradiabetes (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK