5 Fakta Menarik tentang Imlek 2577 Kongzili yang Wajib Anda Tahu
Faktakalbar.id, LIFESTYLE
- Perayaan
Tahun Baru Imlek
selalu identik dengan kemeriahan, warna merah, dan kumpul keluarga.
Di tahun 2026 ini, masyarakat merayakan masuknya tahun 2577
Kongzili
yang bertepatan dengan tahun Kuda Api.
Namun, tahukah Anda bahwa di balik kemeriahannya, terdapat makna mendalam yang jarang diketahui orang awam?
Berikut adalah 5 fakta menarik tentang Imlek yang perlu Anda pahami:
Baca Juga:
Bawa Hoki ke Rumah! Inilah 5 Buah yang Wajib Ada Saat Imlek Beserta Maknanya
Tanggal yang Selalu Berubah
Berbeda dengan kalender Masehi yang statis, tanggal perayaan Imlek selalu bergeser setiap tahunnya.
Hal ini dikarenakan penanggalan Tionghoa menggunakan sistem
lunar
atau peredaran bulan.
Biasanya, Imlek jatuh di antara tanggal 21 Januari hingga 20 Februari. Untuk tahun 2026, hari raya ini jatuh tepat pada Selasa, (17/2/2026).
2. Legenda Monster
Nian
dan Warna Merah
Warna merah yang mendominasi setiap sudut kota saat Imlek bukan sekadar dekorasi.
Menurut legenda, dahulu ada monster bernama
Nian
yang sering meneror warga desa.
Warga kemudian menyadari bahwa monster tersebut takut pada warna merah dan suara ledakan.
Itulah sebabnya, penggunaan pakaian merah dan petasan menjadi tradisi wajib untuk mengusir nasib buruk.
Pantangan Menyapu di Hari Pertama
Bagi Anda yang merayakan, menyapu rumah saat hari pertama Imlek adalah hal yang dilarang.
Masyarakat percaya bahwa menyapu di hari tersebut sama saja dengan membuang keberuntungan atau rezeki yang baru saja datang ke rumah.
Pembersihan rumah biasanya dilakukan secara total beberapa hari sebelum
Sa Cap Meh
atau malam pergantian tahun.
4. ilosofi Makanan Keberuntungan
Setiap makanan yang tersaji di meja makan saat Imlek memiliki simbolisme tertentu.
Misalnya, ikan yang harus disajikan utuh melambangkan kelimpahan rezeki yang tak terputus.
Ada juga
Lapis Legit
yang melambangkan rezeki yang berlapis-lapis, serta jeruk santang yang melambangkan kemakmuran karena warnanya yang menyerupai emas.
5. Tradisi
Angpao
dan Aturan Pemberiannya
Tradisi berbagi
angpao
(amplop merah) adalah momen yang paling dinanti.
Namun, ada aturan yang tidak tertulis: hanya mereka yang sudah menikah yang wajib memberikan
angpao
.
Pemberian ini dianggap sebagai simbol berbagi berkat dan doa agar si penerima, terutama yang masih lajang dan anak-anak, segera mendapatkan kemudahan dalam hidup.
Baca Juga:
Hadiri Sa Cap Meh di Gajah Mada, Ria Norsan Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.