faktakalbar

5 Kebiasaan Hidup Buruk Pemicu Sakit Jantung di Usia Muda yang Sering Diabaikan

Penulis: Redaksi Tuesday, 24 February 2026 📖 2 menit
5 Kebiasaan Hidup Buruk Pemicu Sakit Jantung di Usia Muda yang Sering Diabaikan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Anggapan bahwa penyakit jantung hanya menyerang kelompok lanjut usia kini sudah tidak relevan lagi. Fakta medis menunjukkan tren peningkatan penderita gangguan kardiovaskular pada kelompok usia produktif , baik laki-laki maupun perempuan. Gaya hidup modern yang serba cepat sering kali mengaburkan risiko kesehatan yang mengintai di balik kenyamanan instan. Berikut adalah 5 kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan demi menjaga kesehatan jantung Anda: Baca Juga:  Waspada! Benarkah Asam Urat Tinggi Bisa Picu Serangan Jantung pada Perempuan? 1. Konsumsi Junk Food dan Gula Berlebih Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food yang tinggi lemak trans ( trans fat ) dan garam merupakan pemicu utama kolesterol jahat. Selain itu, kegemaran mengonsumsi minuman manis secara berlebih dapat memicu obesitas dan resistensi insulin. Kondisi ini adalah pintu masuk utama bagi kerusakan pembuluh darah jantung sejak usia dini. 2. Kurang Gerak atau Sedentary Lifestyle Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer atau ponsel tanpa diimbangi aktivitas fisik. Kebiasaan malas gerak ini membuat jantung tidak terlatih dan aliran darah menjadi tidak lancar. Tubuh yang jarang bergerak lebih rentan mengalami penumpukan plak pada arteri yang memicu serangan jantung mendadak. 3. Paparan Asap Rokok dan Vaping Baik rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vaping , keduanya mengandung zat kimia yang merusak lapisan dinding pembuluh darah. Karbon monoksida dan nikotin menyebabkan jantung bekerja lebih keras namun mendapatkan oksigen yang lebih sedikit. Bagi perempuan maupun laki-laki, kebiasaan ini secara signifikan mempercepat penuaan fungsi jantung. 4. Begadang dan Stres yang Tidak Terkelola Kebiasaan melakukan revenge bedtime procrastination atau menunda waktu tidur demi hiburan setelah bekerja seharian berdampak buruk pada ritme sirkadian tubuh. Kurang tidur kronis meningkatkan hormon kortisol yang memicu tekanan darah tinggi. Jika ditambah dengan stres yang tidak terkelola, beban kerja jantung akan meningkat dan berisiko menyebabkan gagal jantung di usia muda. 5. Enggan Melakukan Medical Check-up Rutin Banyak anak muda merasa "merasa sehat" berarti "benar-benar sehat." Padahal, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala awal, sehingga dijuluki sebagai silent killer . Mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin membuat banyak orang baru menyadari adanya masalah jantung saat kondisinya sudah memasuki tahap kritis. Baca Juga:  Jangan Panik Dulu, Dokter RSUD Pontianak Jelaskan Perbedaan Nyeri Dada Otot dan Gejala Jantung Koroner (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK