faktakalbar

5 Kuliner Khas Melayu Kalimantan Barat yang Wajib Dicoba, Rasa Autentik yang Bikin Rindu

Penulis: Redaksi Friday, 06 February 2026 📖 3 menit
5 Kuliner Khas Melayu Kalimantan Barat yang Wajib Dicoba, Rasa Autentik yang Bikin Rindu
Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kalimantan Barat adalah surga bagi para pecinta kuliner . Akulturasi budaya yang kental di provinsi ini melahirkan ragam hidangan yang unik dan memanjakan lidah. Salah satu yang paling mendominasi dan memiliki ciri khas kuat adalah masakan Melayu. Kuliner Melayu di Kalimantan Barat terkenal dengan penggunaan rempah yang berani, perpaduan rasa asam dan pedas yang segar, serta pengolahan hasil sungai yang melimpah. Baca Juga:  Padukan Cita Rasa Padang-Melayu, Pusaka Minang & Garagara Coffee Siapkan Sensasi Makan di Hutan Tropis Bagi Anda yang berkunjung ke Pontianak, Sambas, atau Ketapang, belum lengkap rasanya jika belum mencicipi warisan rasa ini. Berikut adalah 5 makanan khas Melayu Kalimantan Barat yang wajib masuk dalam daftar wishlist kuliner Anda: 1. Bubur Pedas (Bubbor Paddas) Jangan terkecoh dengan namanya. Kata "pedas" dalam kuliner asal Sambas ini tidak melulu merujuk pada rasa cabai, melainkan kekayaan rempah-rempah di dalamnya. Bubur ini unik karena berasnya disangrai terlebih dahulu bersama kelapa parut hingga kecokelatan sebelum ditumbuk halus. Keistimewaan utamanya terletak pada campuran sayuran yang konon bisa mencapai puluhan jenis, termasuk pakis dan daun kesum. Daun kesum inilah yang memberikan aroma mint dan rasa khas yang tidak ditemukan di bubur daerah lain. Biasanya disajikan dengan ikan teri goreng, kacang tanah, dan perasan jeruk sambal (sengkit). 2. Ikan Asam Pedas (Asam Padeh) Berbeda dengan Asam Padeh dari Sumatera Barat yang pekat dan merah menyala, Asam Pedas khas Melayu Kalimantan Barat memiliki kuah yang lebih encer, kuning kemerahan, dan rasanya lebih segar. Kunci kelezatannya ada pada penggunaan Terong Asam (Rimbang/Terong Dayak) yang memberikan rasa masam alami yang khas, serta potongan nanas. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan sungai segar seperti Ikan Baung, Patin, atau Lais. Perpaduan daging ikan yang lembut dengan kuah yang asam, pedas, dan gurih membuat hidangan ini sangat cocok disantap bersama nasi hangat di siang hari. 3. Pacri Nanas Pacri Nanas adalah bukti kreativitas masyarakat Melayu dalam mengolah buah menjadi lauk pauk. Hidangan ini sering ditemui dalam acara Saprahan (makan bersama adat Melayu) atau pesta pernikahan. Potongan buah nanas dimasak dengan bumbu kari kental yang kaya rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan bunga lawang. Rasanya adalah perpaduan unik antara manisnya nanas, gurihnya santan, dan aroma rempah yang kuat. Tekstur nanas yang berserat memberikan sensasi makan yang mirip dengan daging, namun dengan kesegaran buah. 4. Mie Sagu Jika daerah lain punya mie dari tepung terigu, masyarakat Melayu Kalimantan Barat punya Mie Sagu. Kuliner ini sangat populer sebagai menu sarapan. Mienya berukuran agak besar, berwarna abu-abu bening, dan memiliki tekstur yang sangat kenyal. Mie sagu biasanya dimasak dengan kuah kaldu ikan atau ditumis kering dengan tauge, kucai, dan potongan daun sawi. Rasanya gurih dan ringan, sangat pas dinikmati dengan tambahan sambal cair dan kerupuk. Ini adalah menu "kampung" yang sederhana namun selalu dicari karena teksturnya yang ngangenin . 5. Pengkang Makanan ini adalah camilan legendaris yang wajib dibeli saat melewati daerah Peniti, Kabupaten Mempawah. Pengkang mirip dengan lemper, terbuat dari ketan yang diisi udang ebi (udang kering), dibungkus daun pisang berbentuk segitiga, lalu dijepit bambu dan dibakar di atas bara api. Aroma asap bakaran daun pisang yang menyerap ke dalam ketan memberikan cita rasa istimewa. Pengkang paling nikmat disantap dengan cocolan Sambal Kepah (kerang air tawar) yang pedas manis. Perpaduan ketan yang legit, ebi yang gurih, dan sambal kepah yang pedas adalah kombinasi juara. Baca Juga:  Arti Kata Unik Bahasa Melayu Pontianak (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK