5 Pantangan saat jam setelah berbuka agar kamu tidak begah karna kekenyangan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Momen azan
magrib
adalah waktu yang paling dinanti setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga.
Namun, rasa lapar yang menumpuk sering kali membuat kita kalap dan ingin menyantap semua hidangan yang ada di meja.
Hasilnya? Perut terasa sangat penuh, begah, dan tubuh justru menjadi lemas sehingga malas untuk melanjutkan
ibadah Tarawih
.
Kondisi perut begah atau
food coma
ini sebenarnya bisa dihindari jika kita lebih bijak dalam mengatur ritme makan dan aktivitas setelah berbuka.
Baca Juga:
Taktik Jaga Stamina Salat Tarawih Tanpa Mengantuk
Agar ibadah dan aktivitas malam hari tetap berjalan lancar tanpa gangguan pencernaan, ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari.
Berikut adalah 5 pantangan saat jam setelah berbuka yang wajib kamu hindari agar terbebas dari rasa begah:
1. Makan Besar dalam Satu Waktu (
Binge Eating
)
Kesalahan paling umum saat berbuka adalah langsung menyantap porsi besar karbohidrat dan lauk-pauk dalam satu waktu.
Lambung yang kosong selama belasan jam akan "kaget" jika dipaksa bekerja ekstra keras secara tiba-tiba.
Sebaiknya, batalkan puasa dengan makanan ringan atau kurma, dan berikan jeda waktu misalnya setelah salat Magrib sebelum menyantap hidangan utama.
2. Langsung Berbaring atau Tidur
Rasa kantuk memang sering menyerang setelah perut terisi penuh.
Namun, langsung rebahan setelah makan adalah pantangan besar.
Posisi tubuh yang horizontal akan membuat makanan dan asam lambung mudah naik kembali ke kerongkongan (
acid reflux
).
Berikan waktu setidaknya dua hingga tiga jam bagi lambung untuk mencerna makanan sebelum kamu memutuskan untuk tidur.
3. Minum Air Es Terlalu Banyak Sekaligus
Menenggak segelas besar es sirup atau air dingin memang terasa sangat menyegarkan di tenggorokan.
Sayangnya, meminum air dalam jumlah banyak sekaligus terutama air es bisa membuat perut seketika terasa kembung dan begah.
Minumlah air secara bertahap dan perlahan.
Air bersuhu ruang atau hangat jauh lebih ramah untuk lambung yang baru saja kosong.
4. Kalap Mengonsumsi Makanan Manis (
Dessert
)
Takjil manis seperti kolak, es buah, atau aneka kue memang identik dengan bulan puasa.
Namun, mengonsumsi gula dalam jumlah masif akan memicu lonjakan gula darah yang sangat cepat (
sugar rush
), yang kemudian diikuti oleh penurunan energi yang drastis.
Inilah alasan mengapa kamu justru merasa sangat lemas dan mengantuk setelah makan banyak makanan manis.
5. Malas Bergerak atau Hanya Duduk Diam
Setelah makan, usahakan untuk tidak hanya duduk diam di depan televisi atau bermain gawai.
Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki ke masjid, membantu membereskan meja makan, atau sekadar melakukan peregangan ringan (
stretching
).
Gerakan tubuh yang ringan akan sangat membantu memperlancar proses pencernaan makanan di dalam perut.
Dengan menghindari kelima pantangan di atas, tubuh akan terasa jauh lebih ringan, bugar, dan siap untuk menjalankan ibadah malam dengan khusyuk tanpa keluhan sakit perut.
Baca Juga:
Hadirkan Rindu Bukan Paksaan, Ini 5 Tips Agar Hati Ringan Melangkah Tarawih
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.