faktakalbar

5 Sisi Patriarki yang Terkuak di Drakor "Marry My Husband"

Penulis: Redaksi Sunday, 12 October 2025 📖 3 menit
5 Sisi Patriarki yang Terkuak di Drakor "Marry My Husband"
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Drama Korea " Marry My Husband " sukses mencuri perhatian dengan alur balas dendam yang menegangkan dan memuaskan. Kisah Kang Ji-won yang kembali ke masa lalu untuk mengubah takdirnya setelah dikhianati suami dan sahabatnya memang adiktif. Namun, di balik plot yang seru itu, drama ini juga secara tidak langsung menyoroti berbagai aspek patriarki yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Korea, bahkan hingga ke layar kaca. Beberapa elemen dalam cerita ini, jika diamati lebih dalam, menunjukkan bagaimana nilai-nilai patriarki membentuk karakter, keputusan, dan konflik yang terjadi. Baca Juga:  Ubah Nasibmu: 3 Pelajaran Menohok dari Drama Marry My Husband Berikut adalah lima sisi patriarki yang terlihat jelas dalam drama " Marry My Husband ". 1. Beban Ganda Domestik pada Karakter Perempuan Sejak awal cerita, Kang Ji-won digambarkan sebagai istri yang menanggung seluruh beban rumah tangga, mulai dari memasak, membersihkan rumah, hingga merawat suami yang egois dan pengangguran, Park Min-hwan. Bahkan setelah ia bekerja, pekerjaan rumah tangga tetap menjadi tanggung jawab utamanya. Beban ganda ini adalah representasi nyata dari ekspektasi patriarkal bahwa perempuan bertanggung jawab penuh atas urusan domestik, terlepas dari status pekerjaan mereka di luar rumah. 2. Peran Perempuan sebagai Objek untuk Status Sosial Pria Karakter Park Min-hwan, dan bahkan keluarga Yoo Hee-yeon (saat perjodohan), menunjukkan bagaimana perempuan sering kali dianggap sebagai alat untuk meningkatkan status sosial atau keuntungan pribadi pria. Min-hwan menikahi Ji-won bukan karena cinta sejati, melainkan demi kenyamanan dan sebagai "pembantu" yang mengurus segala kebutuhannya. Ini mencerminkan pandangan bahwa nilai seorang perempuan sering diukur dari kontribusinya terhadap kehidupan atau posisi sosial pasangannya. 3 . Budaya Kantor yang Memicu Pelecehan dan Diskriminasi Berbasis Gender Lingkungan kerja di U&K Food juga tidak luput dari gambaran patriarki. Kang Ji-won dan rekan-rekan perempuan lainnya sering menjadi sasaran diskriminasi, komentar tidak senonoh, atau bahkan pelecehan verbal dari rekan kerja pria. Contoh paling nyata adalah perilaku semena-mena Park Min-hwan di kantor dan bagaimana perempuan kerap diremehkan kemampuannya. Ini menggambarkan budaya kerja yang didominasi pria dan seringkali permisif terhadap perlakuan tidak adil pada perempuan. 4. Tekanan Ekspektasi Pernikahan dan Peran Istri Ideal Sepanjang drama, ada tekanan kuat pada perempuan untuk segera menikah dan memenuhi peran "istri ideal", terutama dari keluarga atau lingkungan sosial. Ji-won sendiri awalnya terperangkap dalam ekspektasi ini, mengorbankan kebahagiaan dan kariernya demi Min-hwan. Bahkan setelah ia kembali ke masa lalu, tekanan untuk "menemukan suami yang baik" masih menjadi narasi yang kuat, meskipun ia berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri. Hal ini menunjukkan betapa nilai perempuan seringkali dikaitkan dengan status pernikahannya. 5. Validasi Diri Perempuan Terkait Hubungan Romantis Meskipun Ji-won berusaha balas dendam dan bangkit, validasi dirinya sebagai seorang perempuan terkadang masih terkait erat dengan keberadaan pria dalam hidupnya. Perjuangannya untuk lepas dari Min-hwan dan menemukan kebahagiaan sering kali berakhir dengan ditemukannya sosok pria lain yang "melindungi" atau "menyelamatkan"nya, seperti Yoo Ji-hyuk. Ini menyoroti pola umum dalam narasi media yang masih kesulitan menggambarkan perempuan yang sepenuhnya berdaya tanpa ketergantungan pada hubungan romantis atau validasi dari pasangan pria. " Marry My Husband" memang memberikan pesan kuat tentang kekuatan seorang perempuan untuk mengubah nasib. Namun, melalui berbagai dinamika karakternya, drama ini juga secara tidak langsung mengajak kita untuk merenungkan sejauh mana nilai-nilai patriarki masih membentuk pandangan dan ekspektasi dalam masyarakat dan bahkan dalam karya fiksi sekalipun. Baca Juga:  Matikan Notifikasi, Hidupkan Akhir Pekan: Mengapa ‘Jangan Ganggu’ Adalah Kunci Kebahagiaan Sejati (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK