faktakalbar

5 Takjil Terlaris Khas Pontianak yang Diburu Warga

Penulis: Redaksi Friday, 20 February 2026 📖 1 menit
5 Takjil Terlaris Khas Pontianak yang Diburu Warga
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Masyarakat Kota Pontianak selalu memburu kuliner khas daerah sebagai menu berbuka puasa. Makanan tradisional pesisir Kalimantan Barat ini memiliki ragam rasa yang menggugah selera warga setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Pedagang pasar juadah menjajakan aneka jajanan tradisional mulai dari sore hari. Warga bisa memilih makanan manis hingga gurih untuk membatalkan puasa saat azan Magrib berkumandang. Berbagai pilihan kuliner lokal selalu mendominasi lapak pedagang setiap bulan puasa tiba: Baca Juga:  Simak Jadwal Buka Puasa Pontianak 20 Februari 2026 Kue Bingke Berendam menyajikan tekstur lembut dengan bentuk menyerupai bunga mekar. Pedagang membuat kue ini menggunakan campuran telur dan gula yang menghasilkan genangan air manis pada permukaannya. Kue Batang Burok menawarkan sensasi gurih bagi penikmatnya. Jajanan menyerupai risoles ini dulunya menjadi hidangan wajib para bangsawan Kesultanan Kadariah Pontianak. Pembuat kue mengisi bagian dalam dengan tumisan kentang, wortel, dan bawang putih. Sotong Pangkong menghadirkan rasa gurih dari daging cumi kering. Penjual membakar cumi lalu memukul mukul dagingnya hingga pipih. Pembeli biasanya menyantap hidangan ini bersama siraman kuah sambal udang ebi atau kacang tanah. Lemang memadukan beras ketan putih, santan kelapa, dan kacang merah. Pedagang memasukkan adonan ke dalam batang bambu berukuran sedang lalu membakarnya hingga matang sempurna. Es Bongko melegakan tenggorokan penikmatnya setelah berpuasa. Minuman segar ini memadukan adonan tepung hunkue beraroma daun pandan dengan siraman kuah santan dan sirup gula merah. Cara Menikmati Hidangan Berbuka Masyarakat biasanya membeli takjil beberapa jam sebelum waktu berbuka tiba. Pembeli mendatangi pusat jajanan atau lapak musiman yang berdiri merata di berbagai penjuru kota. Baca Juga:  Wali Kota Pontianak Apresiasi Geliat Pasar Juadah Masjid Mujahidin sebagai Syiar Ekonomi Rakyat Warga mengawali buka puasa dengan menyantap makanan berasa manis terlebih dahulu untuk memulihkan energi. Seusai meneguk minuman segar atau memakan kue basah, warga lalu melaksanakan ibadah salat Magrib. Setelah menunaikan ibadah tersebut barulah warga menikmati hidangan utama yang lebih berat. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK