faktakalbar

5 Tradisi Unik Masyarakat Sintang yang Memesona dan Penuh Makna Budaya

Penulis: Redaksi Thursday, 26 February 2026 📖 2 menit
5 Tradisi Unik Masyarakat Sintang yang Memesona dan Penuh Makna Budaya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya seperti megahnya Bukit Kelam, tetapi juga kekayaan budayanya yang memukau. Sebagai daerah yang dihuni oleh ragam etnis secara harmonis, terutama suku Dayak dan Melayu, Sintang mewariskan berbagai tradisi unik yang masih terus dilestarikan di tengah laju zaman. Bagi Anda yang menyukai wisata budaya dan ingin mengenal lebih dekat gaya hidup tradisional masyarakat setempat, mengeksplorasi kebiasaan adat di Bumi Senentang adalah pengalaman yang tak terlupakan. Berikut adalah 5 tradisi unik masyarakat Sintang yang sarat akan makna filosofis: Baca Juga:  Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pemprov Kalbar Gelar Pasar Murah di Sintang 1. Tradisi Terempoh (Melayu Sintang) Bagi masyarakat Melayu Sintang, momen perayaan Idul Fitri memiliki tradisi khas yang dinamakan Terempoh . Tradisi ini merupakan kegiatan silaturahmi massal di mana masyarakat berjalan kaki beramai-ramai mengunjungi rumah-rumah tetangga di satu kawasan kampung. Terempoh menjadi simbol kuatnya tali persaudaraan dan kebersamaan, di mana setiap orang saling bermaafan dan mencicipi hidangan bersama tanpa memandang status sosial. 2. Menenun Kain Ikat di Betang Ensaid Panjang Bagi perempuan Dayak di Sintang, khususnya yang bermukim di Rumah Betang Ensaid Panjang, menenun kain ikat bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan leluhur yang sakral. Proses pembuatannya masih menggunakan alat tenun tradisional dan pewarna alami yang diambil dari ekstrak tumbuhan hutan. Setiap corak yang dihasilkan pada kain pantang (kain tenun) memiliki cerita, doa, dan nilai mitologi yang sangat dihormati oleh masyarakat adat. 3. Perayaan Gawai Nyelapat Taun Gawai atau pesta panen adalah perayaan besar yang rutin digelar oleh masyarakat subsuku Dayak di Sintang. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kelancaran musim tanam dan hasil panen padi yang melimpah. Dalam perayaan ini, masyarakat akan menggelar berbagai ritual adat, menampilkan tarian tradisional, serta menyajikan kuliner khas peninggalan leluhur. 4. Ritual Mandi Taman Ini adalah tradisi sakral yang berakar dari kebudayaan Istana Al-Mukarramah atau Keraton Sintang. Ritual Mandi Taman umumnya dilaksanakan sebagai bentuk syukuran, membayar nazar, atau prosesi doa untuk memohon kesembuhan dari penyakit. Dalam pelaksanaannya, warga yang menggelar hajatan akan dimandikan menggunakan air bunga yang telah didoakan oleh pemuka agama, diiringi dengan lantunan zikir dan selawat. 5. Upacara Umpan Benua Masyarakat adat Sintang juga memiliki tradisi Umpan Benua yang bertujuan sebagai sarana tolak bala dan memohon keselamatan wilayah. Ritual ini biasanya dilakukan sebelum masyarakat menggelar hajatan besar atau untuk membersihkan kampung dari hal-hal buruk dan energi negatif. Prosesinya melibatkan sesajen dan doa-doa khusus yang dipanjatkan oleh tokoh adat agar hubungan antara alam, manusia, dan Sang Pencipta selalu selaras. Baca Juga:  Guncangan Sesar Adang di Sintang, Gempa Tektonik M3,2 Terjadi di Kedalaman Dangkal (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK