faktakalbar

Tren Makanan TikTok Paling Berbahaya, Awas Mematikan

Penulis: Redaksi Friday, 16 January 2026 📖 1 menit
Tren Makanan TikTok Paling Berbahaya, Awas Mematikan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pengguna media sosial wajib waspada. Di tengah ramainya konten kuliner yang viral di TikTok , muncul sejumlah tren yang ternyata sangat membahayakan nyawa. Para ahli kesehatan memperingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti tantangan demi masuk FYP. Berikut adalah 5 daftar tren makanan viral yang terbukti berbahaya dan bisa berujung maut: Baca Juga:  Awas Penipuan! Link Pendaftaran CPNS Dishub di TikTok Ternyata Modus Pencurian Data 1. Makan Tanah Liat Tren aneh bernama geophagy mengajak orang memakan debu, kapur, hingga tanah liat. Para kreator mengklaim hal ini sehat. Padahal, ahli gizi menegaskan bahwa tanah liat mengandung racun yang merusak pencernaan dan organ tubuh. 2. Tantangan Makan Deterjen Tantangan Tide Pod Challenge kembali marak. Aksi ini menyuruh orang menggigit kapsul sabun cuci baju. Zat kimia keras di dalamnya dapat membakar kerongkongan, memicu kejang, dan menyebabkan keracunan parah. 3. Minum Obat Alergi Berlebih Ini adalah yang paling fatal, yaitu Benadryl Challenge . Tantangan ini menghasut remaja menelan belasan butir obat alergi sekaligus agar berhalusinasi. Akibatnya sangat mengerikan, mulai dari serangan jantung, koma, hingga kematian. 4. Keripik Super Pedas Tantangan One Chip Challenge menggunakan keripik dengan cabai terpedas di dunia. Banyak orang, terutama pelajar, tumbang dan masuk rumah sakit karena mengalami sesak napas akut usai mencobanya. Baca Juga:  Buntut Kasus Pornografi, Uniska Resmi DO Tidak Hormat TikTokers Fazar Bungaz 5. Camilan Pakan Kuda Tren terbaru yang tak kalah aneh adalah manusia memakan horse treats atau camilan kuda. Pabrikan telah melarang keras hal ini karena kandungan gula dan bahannya tidak cocok untuk perut manusia, sehingga berisiko mengganggu kesehatan. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK