faktakalbar

Bukan Sekadar Lomba, Edi Kamtono Ingin Adiwiyata Jadi Budaya Sekolah di Pontianak

Penulis: Redaksi Friday, 28 November 2025 📖 2 menit
Bukan Sekadar Lomba, Edi Kamtono Ingin Adiwiyata Jadi Budaya Sekolah di Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang berkomitmen menjaga kelestarian alam. Sebanyak sembilan sekolah resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota Pontianak tahun 2025 atas keberhasilannya menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup, Kamis (27/11/25). Baca Juga:  APBD 2026 Ketok Palu Rp2 Triliun, Pemkot Pontianak ‘Putar Otak’ Siasati Pemangkasan Dana Pusat Kesembilan sekolah yang menerima penghargaan tersebut adalah SMP Suster , SDN 23 Pontianak Barat , MIS Al Ikhwah , SD IT Darul Ihsan , SDN 16 Pontianak Kota , SDN 39 Pontianak Utara , SDN 13 Pontianak Utara, SDN 19 Pontianak Tenggara, dan SDN 54 Pontianak Barat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono , menegaskan bahwa predikat Adiwiyata jangan hanya dilihat sebagai sebuah kompetisi untuk mendapatkan piagam. Lebih dari itu, program ini adalah instrumen vital untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada generasi muda sejak dini. “Adiwiyata ini bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan. Kita ingin anak-anak terbiasa menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta peduli terhadap ruang terbuka hijau,” ujar Edi usai menyerahkan penghargaan di halaman SMP Suster. Edi menaruh harapan besar agar prinsip-prinsip Adiwiyata tidak berhenti di gerbang sekolah, namun terbawa dalam kehidupan sehari-hari para siswa. Menurutnya, anak-anak inilah yang kelak akan menjadi agen perubahan bagi wajah kota di masa depan. “Semakin banyak sekolah yang ikut, semakin besar dampaknya bagi lingkungan kita. Anak-anak ini nanti menjadi generasi yang sadar lingkungan dan mampu membawa perubahan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti proses panjang yang telah dilalui sekolah. Baca Juga:   Bukan Hadiah, Inspektorat Warning Kelola Dana Hibah dan Bansos: Awas Celah Korupsi! Mulai dari perencanaan, pembiasaan, hingga integrasi materi lingkungan ke dalam kurikulum pembelajaran. “Sekolah yang meraih Adiwiyata telah melalui proses panjang, mulai dari perencanaan, pembiasaan, hingga pembentukan perilaku peduli lingkungan. Ini adalah bukti bahwa sekolah mampu mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam kurikulum maupun kegiatan harian,” terang Sri. Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis, mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan, agar jumlah sekolah berstatus Adiwiyata di Pontianak terus bertambah setiap tahunnya. “Kami ingin semua sekolah menjadi lingkungan belajar yang sehat dan mendidik. Melalui Adiwiyata, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK