faktakalbar

Adaptasi Tren AI, Workshop AMSI dan Meta Latih Pelaku Media Tingkatkan Jurnalisme Berkualitas

Penulis: Redaksi Friday, 10 April 2026 📖 2 menit
Adaptasi Tren AI, Workshop AMSI dan Meta Latih Pelaku Media Tingkatkan Jurnalisme Berkualitas
Faktakalbar.id, YOGYAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia ( AMSI ) berkolaborasi dengan Meta menyelenggarakan workshop AMSI dan Meta bertajuk #NgobroldiMeta di ARTOTEL Suites Bianti, Kota Yogyakarta, pada 9 hingga 10 April 2026. Agenda perdana di luar wilayah Jakarta ini melibatkan 15 praktisi media digital dari kawasan Jawa dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna membahas secara khusus terkait tantangan serta kebijakan platform daring dalam merespons masifnya kehadiran Artificial Intelligence (AI). Baca Juga: Mengapa Berita Buatan AI Terasa Hambar Ini 5 Alasan Kenapa Tulisan Mesin Tak Bisa Gantikan Manusia Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menyatakan bahwa perkembangan pesat teknologi digital, yang disusul oleh kemunculan AI, secara langsung memengaruhi pola kerja di dalam ruang redaksi. Menghadapi dinamika tersebut, ruang redaksi dituntut untuk segera beradaptasi dengan mengoptimalkan penggunaan platform daring seperti Meta guna menjaga stabilitas ketersebaran konten ke publik. Wahyu menegaskan bahwa para pelaku media sangat perlu memahami praktik terbaik dalam mengelola aset di platform daring. Penguasaan terhadap kebijakan standar komunitas akan membuat strategi distribusi karya jurnalistik menjadi lebih terarah. Dengan demikian, industri media tidak lagi sekadar mengejar tingginya kuantitas tayangan, melainkan lebih fokus pada produksi konten berita yang berkualitas secara jurnalistik. "Ini memang menjadi tantangan bagi pelaku media. Kalau platform digital berubah, maka sudah seharusnya newsroom juga berubah," ujar Wahyu dalam sambutannya di hadapan peserta. Ia berharap materi yang dikaji dalam workshop AMSI dan Meta tersebut dapat berdampak operasional secara nyata bagi redaksi. "Harapannya, melalui acara ini, teman-teman pelaku media nantinya bisa pulang dengan membawa oleh-oleh yang bisa diterapkan untuk pengembangan media masing-masing," imbuhnya. Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini turut disampaikan oleh Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital (KTP2JB) atau Komite Publisher Rights, Suprapto Sastro Atmojo. Ia memandang langkah sinergis semacam ini sangat esensial untuk mendukung keberlanjutan industri media massa daring, terutama dalam memanfaatkan layanan dan fitur digital yang terus berkembang. Baca Juga:  Audiensi dengan Komite Reformasi Polri, AMSI Desak Perlindungan Jurnalis dan Setop Pelabelan Hoaks Suprapto berharap pelatihan teknis mengenai adaptasi kemajuan platform ini dapat digelar secara konsisten di sejumlah kota lainnya. "Sehingga perusahaan media, jurnalis, bisa menghasilkan karya jurnalistik yang relevan agar berdampak pada performa perusahaan," tutur Suprapto. Rangkaian agenda pada hari pertama, Kamis (9/4/2026), berlangsung secara interaktif. Para perwakilan media mendapatkan wawasan mendalam mengenai cara penggunaan layanan Meta untuk menyokong penyajian konten yang relevan di mata audiens. Perhatian khusus diberikan pada etika penggunaan AI, pentingnya menjaga akurasi informasi, proses verifikasi ketat, serta langkah-langkah penanganan misinformasi yang harus sejalan dengan Standar Komunitas Meta yang aman. Sementara itu, pada agenda penutupan di hari kedua, Jumat (10/4/2026), kegiatan difokuskan secara penuh pada sesi pelatihan berbasis praktik. Para peserta diberikan simulasi langsung mengenai penggunaan berbagai perangkat maupun perangkat lunak AI agar dapat dioperasikan secara etis sebagai asisten tambahan dalam memproduksi kerja jurnalisme bermutu tinggi. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK