faktakalbar

Air Sungai Retok Tercemar, Warga Keluhkan Gatal-Gatal Saat Mandi

Penulis: Redaksi Sunday, 01 February 2026 📖 1 menit
Air Sungai Retok Tercemar, Warga Keluhkan Gatal-Gatal Saat Mandi
Faktakalbar.id, KUBU RAYA - Kondisi air Sungai Retok yang melintasi Kabupaten Kubu Raya dan berbatasan dengan Kabupaten Landak, dilaporkan semakin memprihatinkan. Tingkat kekeruhan air yang tinggi kini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di sepanjang aliran sungai tersebut. Baca Juga: DPRD Kayong Utara Tinjau Dugaan Pencemaran Sungai Siduk di Desa Riam Berasap Jaya Pencemaran Sungai Retok ini sebenarnya bukan masalah baru bagi warga setempat. Fenomena air keruh tersebut diketahui telah berlangsung sejak tahun 2025 dan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut. Dampak Kesehatan dan Kebutuhan Harian Masyarakat Masyarakat setempat masih sangat bergantung pada aliran sungai ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Aliran sungai digunakan sebagai sumber utama untuk mencuci pakaian, mencuci piring, hingga mandi. Akibat kondisi air yang tidak layak, banyak warga mulai mengeluhkan masalah kesehatan. Kondisi ini semakin memburuk ketika memasuki musim kemarau panjang. Intensitas hujan yang rendah menyebabkan air sungai semakin pekat dan keruh, sehingga konsentrasi polutan di dalam air diduga meningkat. Baca Juga: Mahasiswa Sambas Ultimatum Pemda dan DPRD, Desak Usut Pencemaran Sungai Sambas Harapan Warga Terhadap Penanganan Pemerintah Kurangnya akses terhadap air bersih alternatif memaksa warga untuk tetap menggunakan air yang telah tercemar tersebut. Oleh karena itu, masyarakat sangat mengharapkan kepedulian dari pemerintah maupun pihak berwajib untuk segera turun tangan melakukan investigasi. Masyarakat berharap adanya penelusuran menyeluruh untuk mengetahui sumber utama penyebab pencemaran Sungai Retok. Penanganan ini dianggap mendesak karena dampak yang dirasakan bukan sekadar air yang berubah warna, melainkan sudah mengancam kesehatan fisik penduduk yang tinggal di sekitar sungai. Baca Juga: HMKS Desak Pemerintah Tangani Pencemaran Sungai Sambas, Jangan Tutup Mata (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK