faktakalbar

Akhir Misi 'Sapu Bersih': Tangis Petugas Pecah, 10 Korban Tragedi ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Dievakuasi

Penulis: Redaksi Sunday, 25 January 2026 📖 2 menit
Akhir Misi 'Sapu Bersih': Tangis Petugas Pecah, 10 Korban Tragedi ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Dievakuasi
Faktakalbar.id, NASIONAL – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) resmi berakhir dengan suasana haru biru. Di hari ketujuh pencarian atau injury time , tim gabungan sukses menuntaskan misi dengan menemukan seluruh korban yang berjumlah 10 orang dalam kondisi meninggal dunia. Momen dramatis terjadi di Posko SAR Makassar pada Jumat (23/1/2026). Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar, Andi Sultan, tak kuasa membendung air matanya saat mengumumkan keberhasilan tim lapangan menemukan jenazah terakhir. Baca Juga:  Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Langsung Evakuasi Udara Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung "Dan pada pukul 09.16 (WITA), Alhamdulilah, korban ditemukan," ujar Andi Sultan dengan suara bergetar dan terbata-bata, sembari menyeka air mata di hadapan tim gabungan TNI dan Basarnas yang langsung bersujud syukur. Sandi Operasi 'Sapu Bersih' Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi "habis-habisan" di hari terakhir operasi. Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengungkapkan bahwa tim menggunakan sandi khusus "Sapu Bersih" untuk memastikan tidak ada satu pun korban atau puing vital yang tertinggal di ganasnya medan Gunung Bulusaraung. "Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban. Dan tepat dengan sandi hari ini kita gunakan 'sapu bersih', Allah meridai sandi tersebut," tegas Dody. Dengan ditemukannya korban ke-10 ini, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii secara resmi menutup operasi SAR gabungan pada Jumat (23/1/2026). Kronologi Tragedi Kecelakaan nahas ini bermula saat pesawat dengan registrasi PK-THT yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026) pukul 08.08 WIB. Pesawat tersebut membawa 7 awak dan 3 pegawai KKP untuk misi pengawasan perairan. Petaka terjadi pukul 12.23 WITA saat pesawat melakukan pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin. Air Traffic Control (ATC) mendeteksi pesawat keluar jalur pendaratan sebelum akhirnya hilang kontak ( lost contact ) dan dinyatakan jatuh. Puing-puing pesawat kemudian ditemukan hancur di kawasan tebing Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, yang menjadi saksi bisu akhir perjalanan misi negara tersebut. Baca Juga:  Waspada, Rumah Tak Sepenuhnya Aman! Hindari 5 Aktivitas Ini Saat Hujan Petir (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK