faktakalbar

Akses Bacaan Disabilitas Diperluas Lewat Pojok Braille Pontianak

Faktakalbar.id - Akses bahan bacaan di Kota Pontianak juga diperluas bagi penyandang disabilitas melalui koleksi Braille dan layanan pendampingan di perpustakaan serta rumah baca.

Penulis: Natash Wednesday, 19 August 2026 📖 1 menit
Akses Bacaan Disabilitas Diperluas Lewat Pojok Braille Pontianak
Perpustakaan Kota Pontianak menyediakan Pojok Braille sebagai akses bahan bacaan bagi masyarakat dengan hambatan penglihatan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Akses bahan bacaan di Kota Pontianak juga diperluas bagi penyandang disabilitas melalui koleksi Braille dan layanan pendampingan di perpustakaan serta rumah baca.

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Perpustakaan Kota Pontianak untuk menjangkau masyarakat dengan kebutuhan akses bacaan yang berbeda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak Sri Sujiarti mengatakan perpustakaan menerapkan konsep inklusi sosial dalam pengembangan layanan.

Konsep tersebut membuat perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

"Jadi, perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat membaca, tetapi masyarakat juga bisa mendapatkan keterampilan melalui pelatihan yang diberikan pustakawan maupun narasumber dari luar," katanya.

Salah satu layanan yang tersedia adalah Pojok Braille yang ditujukan bagi masyarakat dengan hambatan penglihatan.

Pojok Braille tidak hanya tersedia di gedung perpustakaan, tetapi juga dapat ditemukan di Rumah Baca Taman Akcaya.

Keberadaan layanan tersebut memberikan pilihan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses bahan bacaan sesuai kebutuhannya.

Selain layanan bagi penyandang disabilitas, Perpustakaan Kota Pontianak memiliki lima rumah baca yang tersebar di sejumlah lokasi.

Rumah baca tersebut berada di Taman Catur, Taman Akcaya, Taman Digulis, Taman Alun dan Kecamatan Pontianak Timur.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengakses koleksi perpustakaan melalui aplikasi PerpusKite.

Aplikasi tersebut menyediakan koleksi buku elektronik dan memungkinkan masyarakat melakukan pemesanan buku secara daring sebelum datang untuk mengambil atau meminjam koleksi.

Saat ini, rata-rata kunjungan ke Perpustakaan Kota Pontianak mencapai sekitar 200 orang per hari.

Pengunjung berasal dari berbagai kelompok, termasuk pelajar, guru dan masyarakat umum.

"Intinya, semakin banyak pengunjung akan semakin baik. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan," tuturnya.

Dengan layanan tatap muka, rumah baca, koleksi digital dan Pojok Braille, akses terhadap perpustakaan di Pontianak tersedia melalui beberapa pilihan layanan.

“Dengan beragam layanan tersebut, Disperpusip Kota Pontianak berharap perpustakaan dapat menjadi ruang belajar bersama yang mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta budaya literasi masyarakat,” tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK