faktakalbar

Akses Darat Pulau Palue Pulih, BNPB Percepan Penyaluran Bantuan Rumah Gempa M 7,7

Faktakalbar.id - Jalur darat di Pulau Palue yang sempat terputus akibat longsor paska-gempa bumi magnitudo 7,7 Flores kini telah kembali tersambung pada Jumat (21/8).

Penulis: Natash Saturday, 22 August 2026 📖 1 menit
Akses Darat Pulau Palue Pulih, BNPB Percepan Penyaluran Bantuan Rumah Gempa M 7,7
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., berdialog dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8).

Faktakalbar.id - Jalur darat di Pulau Palue yang sempat terputus akibat longsor paska-gempa bumi magnitudo 7,7 Flores kini telah kembali tersambung pada Jumat (21/8).

Pembersihan material longsor di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka tersebut dilakukan menggunakan tiga unit ekskavator.

Terbukanya kembali akses transportasi ini langsung dimanfaatkan untuk mendistribusikan logistik dan mendata tingkat kerusakan bangunan milik warga.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan skema bantuan perbaikan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak.

Besaran dana stimulant disesuaikan dengan kategori tingkat kerusakan bangunan berdasarkan hasil verifikasi faktual lapangan.

Pemilik rumah kategori rusak ringan dipastikan akan menerima suntikan dana perbaikan sebesar Rp 15 juta.

Sementara untuk bangunan kategori rusak sedang akan mendapatkan alokasi dana perbaikan rumah sebesar Rp 30 juta.

Warga yang tempat tinggalnya mengalami rusak berat akan difasilitasi pembangunan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang.

Korban gempa dengan rumah rusak berat juga diberi opsi Dana Tunggu Hunian sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga.

Pilihan hunian sementara juga disediakan selama menunggu proses pembangunan fisik tempat tinggal permanen rampung diselesaikan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto meninjau langsung kondisi penyaluran bantuan di kawasan kepulauan tersebut.

"Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kita lalui, setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati,” jelas Suharyanto.

Suharyanto mengimbau warga tetap tenang karena tren aktivitas guncangan susulan terus menunjukkan penurunan secara konsisten.

BMKG mengonfirmasi bahwa potensi magnitudo guncangan susulan tidak akan melebihi kekuatan bencana utama pada Sabtu (15/8).

"Bapak ibu tidak perlu takut yang berlebihan. Karena menurut riset BMKG, guncangan gempa susulan itu terus menurun skalanya, tidak seperti pada gempa pertama sebelumnya,” jelas Suharyanto.

Tim penanggulangan bencana kini mengintensifkan pendataan penerima manfaat agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan akuntabel.

Distribusi bahan pangan pokok dan kebutuhan harian warga terus dipasok melalui transportasi laut serta armada udara.

Kondisi pemukiman di wilayah kepulauan secara bertahap mulai kembali kondusif seiring terbukanya kembali isolasi wilayah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK