Aksi Donor Darah Tandai Peringatan Hari Bakti Kemenkeim ke-1 di Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Wali Kota Pontianak,
Edi Rusdi Kamtono
, mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan donor darah dalam rangka Hari Bakti Kementerian Keimgrasian dan Pemasyarakatan ke-1 tahun 2025.
Baca Juga:
Stok Darah PMI Pontianak Punya 83 Kantong, Optimis Target 100 Kantong Tercapai Lewat Aksi Donor Aston dan Transera
Kegiatan bakti sosial tersebut digelar di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, Kamis (13/11/2025).
Edi Kamtono, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Kota Pontianak, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.
“Atas nama PMI Kota Pontianak, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini. Darah adalah sesuatu yang tidak bisa dibuat oleh mesin. Satu-satunya mesin penghasil darah ada di dalam tubuh manusia,” ujarnya.
Edi menjelaskan, kebutuhan darah di Kota Pontianak saat ini masih cukup tinggi. Rata-rata, stok harian yang tersedia di PMI masih belum mencukupi kebutuhan permintaan dari rumah sakit.
“Setiap hari PMI Kota Pontianak membutuhkan sekitar 120 hingga 170 kantong darah, sementara stok yang tersedia rata-rata hanya 80 hingga 100 kantong per hari,” terangnya.
Jika terjadi kebutuhan mendesak, PMI biasanya akan langsung menghubungi para pendonor yang sudah terdaftar di database.
“Apabila ada kebutuhan mendesak, kami segera menghubungi para pendonor yang sudah terdaftar di database sesuai golongan darah, atau keluarga pasien yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan darah bersifat rutin dan mendesak. Pasien dengan penyakit tertentu seperti thalasemia membutuhkan transfusi darah secara berkala, selain kebutuhan untuk operasi, kecelakaan, maupun penyakit lainnya.
Baca Juga:
PMI Kota Pontianak Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama, Wali Kota Edi Kamtono Tekankan Kesiapsiagaan Relawan
Menurutnya, tidak semua golongan darah tersedia setiap hari.
“Golongan darah B dan AB relatif sulit diperoleh, sedangkan golongan darah O biasanya paling banyak tersedia,” jelasnya.
“Perlu diketahui bahwa darah yang baru didonorkan tidak bisa langsung ditransfusikan. Darah tersebut harus melalui proses pemeriksaan dan pengolahan terlebih dahulu di laboratorium PMI.”
Edi kembali mengapresiasi peran berbagai pihak, terutama kementerian, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat, yang ikut serta dalam kegiatan donor darah.
“Kami sangat bersyukur atas partisipasi semua pihak. Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kemanusiaan,” pungkasnya.
(*Red/Prokopim)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.