faktakalbar

Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan di Tugu Digulis

Penulis: Redaksi Saturday, 23 August 2025 📖 1 menit
Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan di Tugu Digulis
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kamis (21/08/2025). Puluhan mahasiswa dari Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Kalbar ( Solmadapar ) bersama aliansi BEM se-Kalimantan Barat menggelar aksi refleksi kemerdekaan di Tugu Digulis . Baca Juga:   Mediasi Selesaikan Konflik Mahasiswa UNTAN yang Dipicu Pernyataan di Pidato BEM Aksi bertajuk “DiguLis Memanggil” ini dilakukan untuk memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Massa membawa spanduk kritis dan membakar ban di ruas jalan sebagai simbol kekecewaan. Tugu Digulis dipilih sebagai lokasi aksi karena menjadi ikon perlawanan rakyat Kalbar pada masa kolonial. Kini, monumen tersebut kembali menjadi panggung kritik mahasiswa terhadap kondisi sosial dan pemerintahan. Mahasiswa menilai kemerdekaan yang seharusnya dirasakan seluruh rakyat belum sepenuhnya terwujud, khususnya di Kalimantan Barat. Mereka menuntut pemerintah pusat dan daerah agar berbenah, bukan hanya menggelar seremoni tahunan. Koordinator Solmadapar, Sultan, menegaskan aksi ini lahir dari keresahan bersama. “Kami dari Solmadapar bersama aliansi BEM se-Kalimantan Barat menekan pemerintah pusat dan daerah agar benar-benar membenahi masalah bangsa, bukan sekadar berdiri tegak hadap merah putih,” ujarnya. Menurut Sultan, masyarakat Kalbar berhak merasakan hasil kemerdekaan, bukan hanya melihat sumber daya dieksploitasi. “Jangan sampai rakyat tetap terbelenggu ketidakadilan sementara sumber daya terus dikeruk,” tambahnya. Aksi berjalan damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Lalu lintas sempat tersendat namun tetap terkendali hingga massa bubar menjelang malam. Baca Juga:   Aksi Tolak UU TNI di Pontianak, Sejumlah Mahasiswa dan Masyarakat Turun ke Jalan Sultan menegaskan suara mahasiswa akan terus menggema jika ketidakadilan masih terjadi. “Selagi kemerdekaan cuma dinikmati segelintir elit, perlawanan tak akan berhenti, ” tutupnya. (gg)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK