faktakalbar

Alarm Perut Jam 2 Pagi? 4 Biang Keladi Anda Sering Lapar Tengah Malam

Penulis: Redaksi Wednesday, 22 October 2025 📖 3 menit
Alarm Perut Jam 2 Pagi? 4 Biang Keladi Anda Sering Lapar Tengah Malam
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Jam menunjukkan pukul 02.00 pagi. Anda seharusnya tertidur lelap, tetapi perut Anda justru keroncongan dan berteriak minta diisi. Rasa lapar tengah malam bukan hanya mengganggu jam tidur, tapi juga bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan jika menjadi kebiasaan. Banyak orang mengira ini hanya soal kurang makan saat malam. Baca Juga:  Sulit Tidur? Ini 10 Tips Ampuh Mengusir Insomnia untuk Tidur yang Berkualitas Padahal, penyebabnya seringkali lebih kompleks , melibatkan hormon, kebiasaan, dan sinyal tubuh yang salah. Berikut adalah 4 alasan paling umum mengapa Anda sering lapar tengah malam. 1. Utang Kalori dari Siang Hari Tubuh Anda adalah mesin yang butuh bahan bakar konsisten. Jika Anda "berutang" kalori di siang hari, tubuh akan menagihnya di malam hari. Sering melewatkan sarapan atau makan siang yang terlalu sedikit akan membuat tubuh masuk ke mode "hemat energi". Akibatnya, saat Anda rileks di malam hari, tubuh mengirimkan sinyal lapar yang kuat untuk mengkompensasi kekurangan kalori tersebut. Selain itu, komposisi makan malam Anda sangat berpengaruh. Makan malam yang tinggi karbohidrat sederhana (seperti nasi putih saja) namun rendah protein dan serat akan membuat Anda cepat lapar lagi. Protein dan serat adalah dua nutrisi yang paling mengenyangkan. Tanpa keduanya, rasa lapar akan kembali hanya beberapa jam setelah makan. Pastikan Anda makan secara teratur sepanjang hari. Fokuslah pada makan malam yang seimbang, mencakup sumber protein (ayam, ikan, tahu, tempe), serat (sayuran), dan lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan). 2. Hormon yang Kacau Akibat Kurang Tidur Kurang tidur adalah pemicu lapar malam hari yang sering diabaikan. Tidur tidak hanya mengistirahatkan pikiran, tetapi juga mengatur hormon nafsu makan. Saat Anda kurang tidur, tubuh akan meningkatkan produksi ghrelin (hormon lapar) dan sebaliknya menurunkan produksi leptin (hormon kenyang). Secara hormonal, Anda "diprogram" untuk merasa lebih lapar dan sulit merasa puas setelah makan. Ditambah lagi, kelelahan akibat kurang tidur sering memicu keinginan untuk menyantap makanan tinggi gula dan kalori sebagai "suntikan energi" instan. Prioritaskan tidur berkualitas 7-8 jam setiap malam. Usahakan untuk tidur dan bangun pada jam yang konsisten, bahkan di akhir pekan, untuk menjaga ritme sirkadian (jam biologis) tubuh tetap teratur. 3. Stres dan Lapar Palsu Akibat Emosi Pernahkah Anda merasa ingin makan sesuatu yang manis atau asin setelah hari yang penuh tekanan? Itu adalah emotional eating . Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol. Peningkatan kortisol inilah yang dapat memicu hasrat (ngidam) terhadap makanan tidak sehat yang sering kita sebut comfort food . Terkadang, lapar di malam hari bahkan bukan lapar fisik, melainkan lapar psikologis. Anda mungkin makan hanya karena bosan, cemas akan hari esok, atau sebagai ritual "hadiah" sambil menonton TV. Otak Anda tanpa sadar telah mengaitkan aktivitas larut malam dengan makanan. Cari cara lain untuk mengelola stres selain makanan. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, membaca buku, mandi air hangat, atau mendengarkan musik tenang sebelum tidur. 4. Jebakan Gula Darah yang Naik-Turun Apa yang Anda makan beberapa jam sebelum tidur sangat berpengaruh. Jika Anda mengonsumsi makan malam atau camilan tinggi gula dan karbohidrat olahan (seperti kue, es krim, atau minuman manis) tepat sebelum tidur, ini bisa menjadi bumerang. Makanan jenis ini menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, namun akan diikuti oleh penurunan (atau crash ) yang sama cepatnya beberapa jam kemudian. Saat gula darah Anda anjlok di tengah malam, tubuh salah mengartikannya sebagai sinyal lapar darurat. Anda pun terbangun dengan perasaan 'harus' makan sesuatu yang manis untuk menaikkan gula darah kembali. Jika Anda memang perlu camilan sebelum tidur, pilih sesuatu yang menstabilkan gula darah. Pilihlah camilan yang mengandung kombinasi protein dan lemak sehat, seperti segenggam kacang almond, yogurt Yunani tanpa gula, atau sepotong keju. Baca Juga:  Playlist Santai: 5 Lagu Bahasa Inggris Terbaik untuk Mengusir Insomnia (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK