Alarm TBC di Sambas: 1.263 Kasus Terdata, Kadinkes Akui Penemuan Masih Rendah
Faktakalbar.id, SAMBAS
- Kasus Tuberkulosis (TBC) di
Kabupaten Sambas
masih menjadi perhatian serius, dengan temuan 1.263 kasus baru sepanjang Januari hingga November 25.
Kepala
Dinas Kesehatan Sambas
, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengungkapkan bahwa TBC merupakan tantangan besar, terlebih upaya penemuan kasus di lapangan diakui masih menghadapi kendala, Jumat (14/11/25).
“Upaya penanganan TBC masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya, rendahnya penemuan kasus di layanan kesehatan dasar dan lanjutan, investigasi kontak (IK) yang belum maksimal, serta masih minimnya Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi keluarga atau kontak erat pasien yang sangat penting untuk memutus rantai penularan,”
ungkap dr. Ganjar.
Baca Juga:
Korban Luka di Leher dan Wajah, Polisi Dalami Motif Penganiayaan di Jalan Lingkar Sambas
Ia mengatakan, sebagian dari 1.263 pasien tersebut telah dinyatakan sembuh, sementara lainnya masih menjalani pengobatan di puskesmas dan rumah sakit.
Ganjar mengungkapkan permasalahan ini kini menjadi fokus Pemkab Sambas, merujuk pada Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.
“Beberapa langkah kami lakukan seperti penerbitan Peraturan Bupati tentang Penanggulangan TBC, pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB), dan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai pedoman percepatan eliminasi TBC,”
ujarnya.
Pada tahun 2025, upaya ini diperkuat melalui kerja sama dengan SR Yayasan Bina Asri Pontianak melalui SSR PKBI Sambas, yang ditunjuk sebagai pelaksana program untuk mendukung eliminasi TBC menuju target nasional tahun 2030.
Baca Juga:
Klarifikasi Pihak PLN Terkait Pondasi Tiang Listrik Isi Sabut Kelapa di Sambas
Ganjar juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk memutus penularan.
“TBC adalah penyakit yang bisa dicegah dan diobati. Kami mengajak masyarakat untuk rajin mencuci tangan, memakai masker jika bergejala, serta segera memeriksakan diri bila mengalami batuk lama, demam, atau penurunan berat badan,”
jelasnya.
“Pemerintah daerah berharap dengan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, Kabupaten Sambas dapat mencapai target eliminasi TBC tahun 2030,”
pungkasnya.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.