faktakalbar

Bukan Hanya Darah Indonesia, Ini 5 Alasan G. van Bronckhorst Layak Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Penulis: Dimas Thursday, 27 November 2025 📖 2 menit
Bukan Hanya Darah Indonesia, Ini 5 Alasan G. van Bronckhorst Layak Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Faktakalbar.id, OLAHRAGA - Timnas Indonesia telah dua bulan tak memiliki pelatih setelah ditinggal Patrick Kluivert pada Oktober silam. Situasi ini memaksa PSSI mengalihkan fokus ke SEA Games 2025. Belakangan, dua nama mencuat menjadi Kandidat Pelatih Timnas kuat: Heimir Hallgrimsson dan Giovanni van Bronckhorst. Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, mengungkapkan sejumlah alasan PSSI layak memilih Giovanni van Bronckhorst Timnas Indonesia sebagai pelatih baru. "Di antara nama-nama yang beredar itu sebetulnya dua yang paling kuat itu kan Giovanni sama Hallgrimsson," ujar Kusnaeni saat dihubungi KOMPAS.com , Rabu (26/11/2025). "Karena clue -nya itu memang mengarah ke nama orang yang masih bekerja atau punya kontrak dan dua-duanya memiliki kriteria itu," jelasnya. Berikut adalah alasan utama mengapa Van Bronckhorst dinilai lebih unggul dan layak melatih Skuad Garuda: Baca Juga : SEA Games 2025 Thailand: Cek Jadwal Lengkap Timnas U22 Indonesia di Grup C 1. Mengenal Kultur Sepak Bola Asia Baik Van Bronckhorst maupun Hallgrimsson dinilai memiliki nilai plus karena sama-sama pernah merasakan melatih di Asia. Hallgrimsson pernah menangani klub Qatar, Al Arabi (2018-2021). Sementara, Van Bronckhorst juga pernah merasakan melatih di China bersama Guangzhou R&F (kini bernama Guangzhou City) dalam tempo singkat pada 2020 silam. Pengalaman ini penting untuk adaptasi di sepak bola Asia. 2. Latar Belakang Eropa Mendukung Pemain Abroad Pemilihan Van Bronckhorst dan Hallgrimsson juga dinilai sesuai dengan latar belakang mayoritas pemain Timnas Indonesia yang kini berasal dari wilayah Eropa. Pemain seperti Jay Idzes, Emil Audero, Justin Hubner, Calvin Verdonk, dan Ole Romeny sangat mungkin terbantu oleh pelatih yang memiliki latar belakang Eropa. "Kalau melihat latar belakang pemain kita yang sebagian besar berasal dari Liga-liga Eropa memang keberadaan pelatih dari Eropa itu cukup membantu ya," tutur Kusnaeni. 3. Kedekatan Emosional dan Budaya Lokal Kusnaeni menilai pria asal Belanda itu terbilang lebih unggul lantaran memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia karena memiliki darah Indonesia dari ayah dan ibunya. Baca Juga : Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Honduras 2-1: Garuda Muda Finis Ketiga, Cek Klasemen Piala Dunia U-17 2025 Kedekatan ini penting agar pelatih mau tinggal di Indonesia lebih lama. "Pemahaman tentang kultur Indonesia, kultur sepak bola Asia itu juga cukup memberikan pengaruh terhadap tugas dia (Van Bronckhorst) nanti," kata Kusnaeni. "Karena dia punya kultur Indonesia, mungkin dia nggak akan bermasalah untuk lebih lama berada di Indonesia," tutur dia, menyindir kebiasaan pelatih yang hanya datang menjelang pertandingan. 4. Kesamaan Kultur dengan Pelatih Sebelumnya Pemilihan Giovanni van Bronckhorst Timnas Indonesia juga dinilai menguntungkan karena ia berasal dari negara yang sama dengan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert. Keduanya sama-sama pernah membela Timnas Belanda. Bahkan, Van Bronckhorst sempat menjadi kapten Oranje pada Piala Dunia 2010. "Dari aspek teknis, memberikan kesempatan kepada pelatih baru yang kulturnya berbeda itu akan memberikan sedikit masalah dengan adaptasi lagi dengan pemain. Tapi kalau pelatih dari kultur yang sama dengan pelatih sebelumnya kan menjadi lebih mudah," ucap Kusnaeni. 5. Komunikasi Lebih Terjalin Baik Kusnaeni yakin kesamaan latar belakang Belanda-Indonesia akan memudahkan komunikasi. "Tambah lagi juga dari sisi yang lain, komunikasi dengan pemain-pemain yang ada di timnas bisa lebih terjalin karena memiliki kesamaan latar belakang," ungkapnya. Hal ini krusial untuk membangun chemistry tim yang kuat. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK