faktakalbar

Alasan Palnet Bumi Mampu Mendukung Kehidupan Makhluk

Penulis: Redaksi Friday, 13 March 2026 📖 2 menit
Alasan Palnet Bumi Mampu Mendukung Kehidupan Makhluk
Faktakalbar.id, LIFESTTYLE - Bumi menyimpan rahasia besar tentang asal mula kehidupan. Para ilmuwan selama ini mencari keberadaan air sebagai syarat utama kelangsungan hidup organisme di luar angkasa. Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa proses kimiawi saat pembentukan inti planet justru memegang peranan paling menentukan. Peneliti sekaligus penulis utama studi dari Centre for Origin and Prevalence of Life ETH Zurich , Craig Walton, bersama Maria Schonbachler mengkaji komposisi kimiawi planet kita. Baca Juga:  Fenomena Langka, Parade Enam Planet Hiasi Langit Malam Mereka menemukan fakta bahwa takaran oksigen pada masa awal pembentukan tata surya sangat menentukan nasib unsur pembentuk kehidupan. Oksigen mengendalikan pergerakan unsur fosfor yang membangun molekul penyimpan genetik DNA. Elemen gas ini juga mengatur keberadaan unsur nitrogen yang menyusun asam amino penyokong protein kehidupan. Menahan Nutrisi di Permukaan Oksigen menjalankan fungsi pengunci yang menahan kedua unsur penting tersebut agar tetap berada pada lapisan kerak dan mantel Bumi. Takaran oksigen yang keliru pasti mendorong fosfor dan nitrogen tenggelam jauh ke inti besi planet atau justru menguap lepas ke ruang angkasa. "Selama pembentukan inti planet, harus ada jumlah oksigen yang benar-benar tepat agar fosfor dan nitrogen dapat tetap berada di permukaan planet," urai pria yang memimpin studi tersebut. Tim ilmuwan memodelkan proses awal penciptaan tata surya tersebut melalui berbagai simulasi laboratorium. Mereka membuktikan bahwa Bumi menempati posisi keseimbangan tingkat menengah yang sangat presisi. Kondisi spesifik ini memastikan planet kita memiliki cadangan nutrisi yang cukup. Sebaliknya, planet Mars mengalami kegagalan dalam mempertahankan keseimbangan kimiawi ini sehingga mematikan potensi kehidupannya. "Model kami jelas menunjukkan Bumi tepat berada dalam rentang ini. Jika kita memiliki sedikit lebih banyak atau sedikit lebih sedikit oksigen selama pembentukan inti, tidak akan ada cukup fosfor atau nitrogen untuk perkembangan kehidupan," tambahnya. Fokus Pencarian Tata Surya Baru Volume ketersediaan oksigen selama masa pembentukan planet sangat bergantung pada karakteristik bahan kimia penyusun bintang induknya. Planet dan bintang selalu membagikan material kimia yang sama saat melakukan pembentukan fisik awal secara bersamaan. Baca Juga:  Dikira Planet, Objek Ini Ternyata Lubang Hitam Kondisi ini menuntut para astronom mengubah strategi mereka dalam mencari planet baru yang berpotensi memiliki kehidupan. "Hal ini membuat pencarian kehidupan di planet lain menjadi jauh lebih spesifik. Kita harus mencari sistem tata surya dengan bintang yang menyerupai Matahari kita sendiri," pungkas peneliti itu. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK