Dikejar Target Tapi Tak Lapar? Ini 5 Alasan Kenapa Kita Malas Makan Saat Sibuk Kejar Deadline
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Pernahkah Anda merasa sangat sibuk mengejar
deadline
pekerjaan atau tugas kuliah hingga lupa waktu makan? Anehnya, meskipun perut sudah keroncongan, keinginan untuk menyuap nasi seolah hilang begitu saja.
Anda justru merasa lebih "kenyang" oleh tumpukan pekerjaan dibandingkan oleh makanan.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar masalah manajemen waktu, melainkan ada penjelasan biologis dan psikologis di baliknya. Tubuh kita memiliki reaksi unik saat berada di bawah tekanan
target
yang mencekik.
Berikut adalah alasan mengapa kita cenderung malas makan saat sedang
ngebut
dengan
deadline
:
Baca Juga:
Dikejar Deadline, 914 Unit Huntara Korban Bansor Bener Meriah Harus Rampung Lima Hari Lagi
1. Dominasi Hormon Adrenalin
Saat Anda merasa terdesak oleh waktu, otak menganggap kondisi tersebut sebagai situasi darurat.
Tubuh kemudian melepaskan hormon adrenalin yang memicu respons
fight or flight
(lawan atau lari).
Hormon ini berfungsi meningkatkan fokus dan energi, namun di sisi lain, ia menekan sistem pencernaan. Akibatnya, sinyal lapar dari lambung ke otak terputus sementara demi memprioritaskan penyelesaian tugas.
2. Fokus Hiper (
Hyperfocus
) pada Target
Ketika seseorang sangat berkonsentrasi pada satu hal yang mendesak, otak masuk ke dalam mode
hyperfocus
.
Dalam kondisi ini, kesadaran terhadap kebutuhan fisik—seperti rasa lapar, haus, atau bahkan keinginan ke toilet menurun drastis.
Otak memblokir gangguan eksternal agar seluruh sumber daya mental tercurah pada layar monitor atau tumpukan berkas di depan mata.
3. Penurunan Pergerakan Lambung
Stres akibat
deadline
membuat sistem saraf simpatik bekerja lebih keras daripada sistem saraf parasimpatik (yang bertugas mengatur pencernaan).
Hal ini menyebabkan gerakan peristaltik pada lambung dan usus melambat.
Karena proses pencernaan tidak berjalan normal, Anda mungkin merasa perut terasa penuh atau kembung, yang akhirnya membuat nafsu makan hilang seketika.
4. Persepsi Makan sebagai "Gangguan"
Secara psikologis, saat dikejar waktu, Anda cenderung melihat aktivitas makan sebagai interupsi atau gangguan yang membuang-buang durasi.
Muncul perasaan bersalah jika harus berhenti bekerja hanya untuk makan.
Pikiran seperti "tanggung, sedikit lagi selesai" menjadi sugesti yang cukup kuat untuk menekan rasa lapar hingga pekerjaan benar-benar tuntas.
5. Kelelahan Mental (
Mental Fatigue
)
Mengerjakan tugas dengan intensitas tinggi menguras energi glukosa dalam otak.
Namun, saat mencapai titik kelelahan tertentu, tubuh justru merasa terlalu lelah bahkan hanya untuk sekadar mengunyah atau memilih menu makanan.
Kondisi ini sering disebut sebagai
decision fatigue
, di mana Anda merasa malas memutuskan ingin makan apa karena otak sudah terlalu panas digunakan untuk bekerja.
Baca Juga:
Deadline Akhir Desember, Parpol di Ketapang Wajib Bersihkan Data Anggota Meninggal di Sipol
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.