faktakalbar

Sering Merasa Capek? Ternyata Ini Alasan Psikologis Kenapa Minggu Malam Terasa Lebih Lelah

Penulis: Redaksi Monday, 23 March 2026 📖 2 menit
Sering Merasa Capek? Ternyata Ini Alasan Psikologis Kenapa Minggu Malam Terasa Lebih Lelah
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda merasa beban pikiran justru memuncak saat jarum jam mulai melewati angka tujuh di hari Minggu malam? Padahal, seharusnya hari Minggu menjadi waktu puncak untuk beristirahat sebelum memulai rutinitas. Namun, banyak orang justru merasakan kelelahan fisik dan mental yang lebih hebat dibandingkan malam-malam lainnya. Fenomena ini bukan sekadar perasaan subjektif, melainkan sebuah kondisi psikologis yang nyata. Rasa lelah tersebut sering kali bukan karena aktivitas fisik yang berat, melainkan karena proses mental yang terjadi saat kita bersiap menghadapi transisi waktu. Baca Juga:  4 Mitos Unik Seputar Malam Minggu di Indonesia yang Bikin Senyum Sendiri Berikut adalah penjelasan kenapa Minggu malam terasa lebih lelah dari hari biasanya: 1. Fenomena Sunday Scaries Secara psikologis, banyak orang mengalami kecemasan antisipasi yang dikenal sebagai Sunday scaries . Ini adalah perasaan gelisah atau takut yang muncul karena memikirkan tumpukan pekerjaan atau tanggung jawab yang menunggu di hari Senin. Beban mental ini menguras energi secara emosional, sehingga tubuh pun merespons dengan rasa lelah yang luar biasa meskipun Anda hanya duduk bersantai di sofa. 2. Gangguan Ritme Sirkadian ( Social Jet Lag ) Selama akhir pekan, banyak orang cenderung mengubah pola tidur, seperti begadang atau bangun lebih siang ( oversleeping ). Pergeseran jadwal ini menciptakan kondisi yang disebut social jet lag . Saat Minggu malam tiba, tubuh Anda sebenarnya sedang mengalami kebingungan metabolisme. Kelelahan yang Anda rasakan adalah sinyal bahwa ritme tubuh sedang dipaksa kembali ke pola rutin setelah dua hari "bebas". 3. Kelelahan Akibat Reaksi Emosional Minggu malam sering kali menjadi waktu untuk berefleksi. Tanpa sadar, kita melakukan evaluasi terhadap apa yang belum tercapai selama seminggu terakhir. Rasa menyesal karena kurang produktif atau sedih karena waktu libur segera berakhir menciptakan tekanan emosional. Proses berpikir yang berat ini secara ilmiah lebih melelahkan bagi otak dibandingkan melakukan pekerjaan rutin di kantor. 4. Aktivitas Akhir Pekan yang Padat Terkadang, kita terjebak dalam pola "balas dendam" dengan mengisi akhir pekan dengan agenda yang terlalu padat, seperti berwisata jauh atau berkumpul dengan banyak orang. Alih-alih istirahat, tubuh justru dipaksa bekerja ekstra. Kelelahan akumulatif ini baru benar-benar terasa saat suasana mulai tenang di Minggu malam, di mana adrenalin dari rasa senang mulai menurun ( crashing ). 5. Kurangnya Batas Antara Waktu Luang dan Kerja Di era digital, banyak orang sulit melepaskan diri dari urusan pekerjaan. Memeriksa pesan grup kantor atau sekadar melihat jadwal rapat untuk esok hari di Minggu malam akan memicu otak untuk masuk ke mode kerja lebih awal. Ketidakmampuan untuk benar-benar disconnect dari urusan profesional inilah yang membuat Minggu malam tidak lagi menjadi waktu pemulihan, melainkan awal dari kelelahan minggu baru. Baca Juga:  Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum? (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK