faktakalbar

Aliansi Mahasiswa Desak Kejari Pontianak Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung IAIN Pontianak

Penulis: Redaksi Friday, 13 September 2024 📖 1 menit
Aliansi Mahasiswa Desak Kejari Pontianak Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung IAIN Pontianak
PONTIANAK – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak pada Kamis, (12/9/2024). Aksi ini dilakukan untuk mendesak penyelesaian kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan tiga gedung tower di IAIN Pontianak yang diduga melibatkan Rektor IAIN Pontianak, Syarif. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Kalimantan Barat” di depan pagar kantor Kejari, di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian. Koordinator aksi, Hidayat yang juga merupakan mahasiswa IAIN Pontianak, meminta Kejari Pontianak untuk serius dalam menangani kasus dugaan korupsi yang sudah bergulir sejak 2022. “Kami mendesak Kejari Pontianak untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan tower tersebut,” tegas Hidayat. Kasus ini berkaitan dengan pembangunan tiga tower di kampus IAIN Pontianak, yakni Tower B Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dimulai pada tahun anggaran 2015/2016, Tower C Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) pada tahun anggaran 2018/2019, serta Tower D Gedung Laboratorium yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019/2020. Proyek-proyek tersebut hingga kini belum selesai dan diduga terlibat praktik korupsi. Beberapa anggota Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Kalimantan Barat menyatakan bahwa mereka akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. “Kami akan kembali lagi besok atau lusa untuk menuntaskan laporan kami,” ujar salah satu narasumber dari kelompok mahasiswa tersebut. Demonstrasi berlangsung kondusif di bawah pengawasan aparat keamanan, dan tidak ada insiden yang dilaporkan selama aksi berlangsung. (amb)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK