faktakalbar

Ambisi Tersembunyi di Balik Logam Tanah Jarang? Prabowo Bentuk 'Badan Super' dengan Wewenang Besar

Penulis: Redaksi Wednesday, 27 August 2025 📖 2 menit
Ambisi Tersembunyi di Balik Logam Tanah Jarang? Prabowo Bentuk 'Badan Super' dengan Wewenang Besar
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membentuk lembaga baru bernama Badan Industri Mineral, khusus untuk mengelola kekayaan mineral strategis Indonesia. Fokus utamanya adalah menggarap 'harta karun super langka' berupa Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE). Baca Juga: Prabowo Lantik Brian Yuliarto Pimpin Badan Industri Mineral, Lembaga Baru Pengelola Sumber Daya Alam Sebagai langkah awal, Presiden Prabowo telah menunjuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto , untuk memimpin badan baru ini sebagai Kepala Badan Industri Mineral. Brian menjelaskan bahwa lembaga ini memiliki tugas krusial untuk mengelola mineral-mineral strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan kedaulatan dan industri pertahanan nasional. “Material strategis ini cukup penting untuk kedaulatan bangsa. Juga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi kita,” ujar Brian Yuliarto, dikutip Selasa (27/8/2025). Meskipun demikian, Brian belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai posisi badan ini dalam struktur kementerian. Langkah pemerintah ini sangat beralasan. Logam Tanah Jarang dikenal sebagai komponen vital dalam berbagai teknologi modern, mulai dari gawai canggih hingga peralatan industri pertahanan. Tingginya permintaan global secara langsung mengerek harga LTJ ke level yang fantastis, menjadikannya komoditas yang sangat berharga di pasar internasional. Sebagai contoh, Neodymium, salah satu jenis LTJ, menunjukkan kenaikan harga paling signifikan sepanjang tahun 2025. Baca Juga: Komjen Eddy Hartono Kembali Pimpin BNPT, Dilantik Langsung oleh Presiden Prabowo Data dari Refinitiv per Jumat (22/8/2025) mencatat harganya mencapai CNY 785.500 per ton, atau setara dengan Rp 1,8 miliar. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 21% hanya dalam sebulan dan meroket hingga 58% dalam kurun waktu satu tahun. Kenaikan ini bahkan jauh melampaui logam mulia populer seperti platinum (50%), perak (34%), ataupun emas (28%). Jika dibandingkan dengan komoditas energi seperti batu bara yang harganya berkisar US$111 per ton (sekitar Rp 1,8 juta), maka nilai Neodymium bisa mencapai 1.000 kali lipat lebih mahal. Pergerakan harga yang agresif ini menegaskan posisi strategis LTJ dalam rantai pasok teknologi global dan menjadi alasan kuat di balik pembentukan Badan Industri Mineral oleh pemerintah. Baca Juga: Prabowo Bentuk Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto Dilantik Jadi Kepala (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK