faktakalbar

Ironi di Seponti: Pasien Berpacu dengan Waktu, Ambulans Justru 'Kalah' Melawan Lumpur

Penulis: Redaksi Wednesday, 26 November 2025 📖 1 menit
Ironi di Seponti: Pasien Berpacu dengan Waktu, Ambulans Justru 'Kalah' Melawan Lumpur
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA - Akses pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Kayong Utara kembali menjadi sorotan memprihatinkan. Sebuah video amatir yang beredar luas memperlihatkan betapa dramatisnya perjuangan unit ambulans desa yang harus "menyerah" saat melintasi medan jalan yang hancur lebur, Rabu (26/11/25). Insiden tersebut terjadi di kawasan Botoro Katong, tepatnya di jalur TR 13 Desa Telaga Arum , Kecamatan Seponti . Baca Juga:   Jalan Poros Kayong Utara ‘Makan Korban’, As Roda Kendaraan Putus Dihajar Lubang Menganga Dalam rekaman visual tersebut, terlihat satu unit ambulans yang seharusnya melaju cepat menyelamatkan nyawa, justru tak berdaya terjebak dalam kubangan lumpur yang dalam. Kondisi jalan tanah yang diguyur hujan telah berubah menjadi "bubur" lumpur yang mustahil dilalui kendaraan roda empat biasa, bahkan untuk kendaraan operasional desa sekalipun. Roda ambulans tampak terbenam, memaksanya berhenti total di tengah hutan sawit. "Ini ambulans ini tidak bisa lewat ini," keluh seorang warga dalam rekaman video tersebut, menggambarkan keputusasaan menghadapi akses vital yang terputus. Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga setempat terpaksa turun tangan. Mereka berjibaku dengan tanah becek, mendorong bodi mobil sekuat tenaga agar bisa keluar dari jebakan lumpur. Baca Juga:   Masuk Kelas, Satlantas Kayong Utara Ajak Pelajar SMPN 1 Simpang Hilir Jadi Pelopor Keselamatan Pemandangan ini menjadi potret ironis di mana fasilitas kesehatan yang sudah tersedia (ambulans) menjadi tidak efektif akibat tidak didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Kerusakan parah di jalur Botoro Katong ini tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi warga sehari-hari, tetapi kini terbukti mengancam keselamatan nyawa warga yang membutuhkan penanganan medis darurat. Warga berharap pemerintah daerah segera membuka mata dan memprioritaskan perbaikan akses di jalur-jalur krusial tersebut sebelum jatuh korban jiwa akibat keterlambatan penanganan. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK