faktakalbar

Anak Tiba-tiba Murung dan Menjauh? Kenali 7 Sinyal Tersembunyi Ia Korban Bullying

Penulis: Redaksi Tuesday, 11 November 2025 📖 3 menit
Anak Tiba-tiba Murung dan Menjauh? Kenali 7 Sinyal Tersembunyi Ia Korban Bullying
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Perundungan atau bullying adalah momok yang menakutkan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Dampaknya bisa bertahan lama, bahkan hingga dewasa, memengaruhi kepercayaan diri, kecemasan, hingga depresi. Data UNICEF bahkan menunjukkan satu dari lima anak di dunia mengalami perundungan di sekolah. Masalah terbesarnya, anak-anak sering kali tidak berani atau tidak tahu cara menceritakan apa yang mereka alami. Baca Juga:  Mahasiswa Udayana Tewas Diduga Akibat Perundungan, Sanksi Pelaku Dikecam Mereka cenderung memendamnya, berharap masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Di sinilah peran orang tua dan guru menjadi krusial . Meskipun anak Anda tidak mengadu, tubuh dan perilakunya sering kali "berbicara". Penting bagi kita untuk peka membaca sinyal-sinyal tersembunyi tersebut. Menurut UNICEF, ada beberapa tanda peringatan yang harus diwaspadai: 1. Perubahan Perilaku dan Emosi Drastis Ini adalah tanda paling umum. Anak yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi pendiam, menarik diri, atau tampak lebih cemas dan gugup dari biasanya. Kepercayaan dirinya seolah luntur. Di sisi lain, beberapa anak justru menunjukkan respons sebaliknya: mereka menjadi sangat marah atau agresif secara verbal dan fisik kepada orang lain, yang bisa jadi merupakan pelampiasan dari tekanan yang mereka terima. 2. Menghindari "Lingkar Sosial" Perhatikan jika anak tiba-tiba menghindari hal-hal yang dulu ia sukai. Ia mungkin jadi sering beralasan "malas" atau "tidak enak badan" agar tidak perlu pergi ke sekolah. Ia juga bisa berhenti bertemu teman-temannya sepulang sekolah atau di akhir pekan, atau tiba-tiba menjauhi media sosial yang sebelumnya sering ia gunakan. 3. Gangguan Tidur atau Makan Stres dan kecemasan akibat bullying seringkali terbawa hingga ke alam bawah sadar. Anak mungkin jadi sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau mengalami mimpi buruk. Pola makannya juga bisa berubah drastis, entah jadi tidak nafsu makan sama sekali atau justru makan berlebihan ( comfort eating ). 4. Keluhan Fisik "Misterius" Stres akibat perundungan dapat bermanifestasi secara fisik (psikosomatis). Jika anak Anda jadi sering mengeluh sakit perut, pusing, atau mual di pagi hari terutama sesaat sebelum berangkat sekolah ini bisa jadi reaksi tubuhnya terhadap kecemasan yang ia rasakan. 5. Menjadi Sangat Tertutup Jika dulu anak Anda terbuka membicarakan teman-temannya atau apa yang terjadi di sekolah, kini ia menjadi sangat tertutup. Saat ditanya tentang sekolah atau media sosial, ia mungkin akan marah, defensif, atau mengalihkan pembicaraan. Ini adalah upaya untuk "melindungi" rahasianya. 6. Tanda-Tanda Fisik yang Tidak Wajar Ini adalah tanda yang paling jelas, terutama jika terjadi perundungan fisik. Anda mungkin menemukan luka atau memar di tubuhnya yang ia coba sembunyikan. Pakaiannya mungkin sobek, atau barang-barang pribadinya seperti buku, tas, atau ponsel "hilang" atau rusak tanpa penjelasan yang masuk akal. 7. Penurunan Prestasi Akademik Anak yang menjadi korban bullying akan sulit berkonsentrasi di kelas. Pikiran mereka dipenuhi oleh rasa takut dan cemas, membuat fokus belajar menurun drastis. Jika nilai-nilainya tiba-tiba merosot tanpa alasan yang jelas, Anda perlu mencari tahu lebih dalam. Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua? Jika Anda melihat tanda-tanda ini, jangan langsung panik atau marah. UNICEF menyarankan: Ciptakan Waktu Aman: Ajak anak berbicara secara empat mata. Beri tahu mereka bahwa Anda ada untuk mendengarkan dan mereka aman untuk berbagi apa pun. Validasi Perasaannya: Tekankan bahwa apa yang terjadi bukan salah mereka . Diskusikan Solusi Bersama: Jangan langsung mengambil alih. Tanyakan apa yang ia inginkan dan diskusikan langkah selanjutnya, apakah itu menjauh dari pelaku atau berbicara dengan guru. Hubungi Pihak Sekolah: Laporkan kejadian ini ke sekolah agar mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Bangun Kembali Kepercayaan Dirinya: Dorong anak untuk mengikuti kegiatan atau hobi yang ia sukai untuk bertemu teman baru dan membangun kembali rasa percaya dirinya. Baca Juga:  Buntut Kasus Bunuh Diri, Unud Sanksi Mahasiswa Pelaku Perundungan (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK