faktakalbar

Ancaman Karhutla Kian Meluas di Sambas, Pemadaman Terkendala Air dan Asap

Penulis: Redaksi Wednesday, 16 July 2025 📖 2 menit
Ancaman Karhutla Kian Meluas di Sambas, Pemadaman Terkendala Air dan Asap
Faktakalbar.id, SAMBAS - Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) kembali terjadi di wilayah Dusun Sarimedan, Desa Semata, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Setelah sebelumnya berhasil dipadamkan dan wilayah tersebut diguyur hujan, titik api kembali muncul pada Minggu, (13/7/2025). Api diduga berasal dari bara api yang masih tersimpan di lapisan bawah tanah. Baca Juga: Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kabupaten Sambas, Titik Api Meluas Ditambah dengan kondisi angin kencang, kebakaran cepat menyebar hingga merambat ke wilayah Dusun Sebadi yang berdekatan. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Sambas dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Ponti Wijaya, menjelaskan bahwa timnya bersama masyarakat terus berjuang memadamkan kobaran api. "Minggu lalu sempat berhasil dipadamkan dan sempat turun hujan di wilayah tersebut. Tapi pada hari Minggu muncul lagi api, diperkirakan dari lapisan bawah yang masih terbakar. Ditambah angin kencang, api cepat membesar dan sekarang sudah merambat ke dusun sebelahnya. Kami KPH Sambas bersama warga berusaha terus memadamkan karhutla di sini," ujarnya, Rabu, (16/7/2025). Ponti mengungkapkan sejumlah kendala yang mereka hadapi di lapangan, satu diantaranya yang paling menyulitkan adalah minimnya sumber air, asap yang sangat tebal, dan hembusan angin yang kuat. "Hambatan yang kami temui berupa susahnya sumber air, asap tebal, dan angin yang cukup kencang," katanya. Hingga saat ini, belum ada tambahan bantuan personel dari pihak luar. Upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim dari KPH Sambas bersama masyarakat setempat. Baca Juga: Polres Kubu Raya Terus Padamkan Karhutla di Dua Desa Aplikasi SIPONGI milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun belum mendeteksi titik panas di lokasi kejadian, kemungkinan besar akibat cuaca mendung dan suhu rendah yang mengganggu sistem deteksi. Karhutla ini telah menghanguskan banyak lahan dan tanaman. Ponti mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. "Kami berharap kepada masyarakat dalam melakukan pembukaan lahan jangan lagi dengan cara membakar, karena kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Masyarakat juga yang dirugikan dari debu pembakaran dan asap tebal," tutup Ponti. Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman terus dilakukan di tengah sulitnya kondisi lapangan. Tim berharap hujan kembali turun dalam waktu dekat untuk membantu mengendalikan penyebaran api. Baca Juga: Karhutla 35 Hektare di Sambas, Pemadaman Masih Berlangsung (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK