faktakalbar

Anggaran BGN 2026 Melonjak Tiga Kali Lipat Menjadi Rp268 Triliun

Penulis: Redaksi Tuesday, 16 September 2025 📖 1 menit
Anggaran BGN 2026 Melonjak Tiga Kali Lipat Menjadi Rp268 Triliun
Faktakalbar.id, NASIONAL - Penambahan penerima manfaat, termasuk guru dan relawan posyandu , seiring dengan peningkatan anggaran BGN dalam RAPBN 2026. Sarwono menyebut peningkatan anggaran ini mencapai tiga kali lipat dengan total sebesar Rp268 triliun. Baca Juga:   Guru dan Relawan Posyandu Masuk Daftar Penerima Program Makan Gratis Melansir laman resmi BGN, anggaran 2026 memang ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Jumlah ini meningkat dengan adanya tambahan Rp50 triliun dari pagu indikatif sebesar Rp217 triliun. "Awalnya kami mendapatkan pagu indikatif Rp217 triliun, dengan keluarnya pagu anggaran akan ada tambahan Rp50 triliun sehingga anggaran yang kami terima kurang lebih Rp268 triliun," kata Sarwono. Anggaran ini bersumber dari tiga sektor, yaitu: Pendidikan: Rp233 triliun atau 83,4%. Kesehatan: Rp24,7 triliun atau 9,2%. Ekonomi: Rp19,7 triliun atau 7,4%. Dari total anggaran tersebut, BGN akan menggunakannya untuk: MBG untuk anak sekolah: Rp34 triliun. MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita: Rp3,1 triliun. Belanja pegawai: Rp3,9 triliun. Digitalisasi: Rp3,1 triliun. Pemantauan dan pengawasan: Rp700 miliar. Penyediaan dan penyaluran pelatihan tenaga gizi: Rp3,8 triliun. Sarwono berharap program MBG mendapat dukungan dan melibatkan semua komponen masyarakat. Hal ini penting karena MBG memiliki dampak besar bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. "Program MBG direalisasikan pemerintah lewat BGN untuk memenuhi asupan gizi anak supaya tetap sehat dan cerdas, disiapkan menjadi generasi emas Indonesia," ujarnya. Baca Juga:   Lebih dari Sekadar Angka: Rekomendasi Novel Fiksi Sejarah untuk Memahami Peristiwa 98 (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK