Kucurkan Rp 63 Miliar, Pemkot Pontianak Sulap Pasar Puring Jadi Waterfront dan Bangun Bundaran Ikonik
Faktakalbar.id, PONTIANAK
–
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak
terus menggenjot pemerataan pembangunan di kawasan Pontianak Utara yang dinilai sebagai area strategis bagi pertumbuhan kota.
Baca Juga:
Pemkot Pontianak Antisipasi Fluktuasi Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Nataru
Komitmen ini dibuktikan dengan peningkatan alokasi anggaran infrastruktur pada tahun 2026 yang mencapai angka Rp63 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp56,4 miliar, Rabu (11/2/2026).
Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pontianak,
Edi Rusdi Kamtono
, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kecamatan Pontianak Utara di Aula
CU Pancur Kasih
.
Peningkatan anggaran ini diprioritaskan untuk peningkatan kualitas jalan lingkungan, penerangan jalan umum (PJU), serta penataan kawasan kumuh dan strategis.
"Anggaran tersebut belum termasuk proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota,"
ujar Edi dalam sambutannya.
Lebih jauh, Edi memaparkan visi besarnya untuk mengubah wajah Pontianak Utara melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang ikonik.
Salah satu rencana utamanya adalah rehabilitasi Pasar Puring yang akan ditata ulang menjadi kawasan
waterfront
yang modern.
Selain itu, Pemkot juga merencanakan pembangunan bundaran besar yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru (landmark) di wilayah utara kota ini.
Di sektor pelayanan publik dan lingkungan, kapasitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Pontianak Utara akan terus ditingkatkan. Wilayah ini juga diproyeksikan menjadi lokasi fasilitas pengolahan sampah terpadu dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah.
Baca Juga:
Bikin Bimbim Jatuh Hati, Orkes Bahagia Pontianak Juara 1 Cover Lagu Slank
"Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga kawasan edukasi dan rekreasi,"
terangnya.
Meski demikian, Edi menyadari tantangan kompleks yang dihadapi kecamatan dengan wilayah terluas di Pontianak ini.
Dengan karakteristik tanah gambut yang mencapai 40 persen dan tingginya lalu lintas kendaraan berat industri serta truk tangki, pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan matang.
Sebagai solusi kemacetan dan keselamatan, Pemkot tengah merencanakan pengembangan jalur alternatif untuk memecah beban jalan utama.
“Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,”
tegasnya.
(FR)
Tag:
#Pemkot Pontianak
#Edi Rusdi Kamtono
#Pontianak Utara
#infrastruktur Pontianak
#Musrenbang 2027
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.