faktakalbar

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat

Penulis: Redaksi Monday, 15 September 2025 📖 2 menit
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat
Faktakalbar.id, NASIONAL - Setelah bencana banjir besar melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mengambil langkah antisipatif dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Bencana di Bali dan NTT yang menelan 23 korban jiwa ini dipicu oleh cuaca ekstrem akibat fenomena gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuator, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO). Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Penanganan Banjir di Bali, BNPB Pastikan Bantuan untuk Korban Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa fenomena atmosfer pembawa cuaca ekstrem ini telah bergeser ke wilayah Jawa. “Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG, curah hujan tinggi akibat gelombang Rossby dan Kevin sudah tidak di area Bali, namun bergeser ke arah barat yaitu sekitar wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” jelas Suharyanto saat meninjau lokasi terdampak di Denpasar, Bali. Ia menambahkan, pihaknya kini berkoordinasi dengan kepala daerah setempat untuk langkah kesiapsiagaan. Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana Operasi modifikasi cuaca (OMC) bertujuan untuk mengurangi risiko banjir besar. Metode yang digunakan adalah menebarkan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau Kalsium Oksida (CaO). Tujuannya adalah meredistribusi curah hujan agar tidak turun di wilayah padat penduduk, melainkan di area perairan. BMKG memprediksi musim hujan akan datang lebih cepat, ditandai dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Baca Juga: Banjir Bali Surut, BNPB Fokus Cari Korban Hilang dan Percepat Pemulihan Berdasarkan prakiraan, hujan lebat berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada 12-14 September 2025, serta di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 15-18 September 2025. Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami musim hujan di atas normal, seperti sebagian besar Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, serta beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. OMC di Jawa Timur dan Jawa Barat Sebagai langkah mitigasi, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca di dua provinsi. Untuk Jawa Timur, operasi dimulai sejak Sabtu (13/9) hingga Selasa (16/9) menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI. Bahan semai sebanyak 800 kg NaCl dan 1.600 kg CaO ditebar di wilayah Lamongan, Bojonegoro, Tuban, serta perairan selatan dan timur Banyuwangi. Sementara itu, OMC di Jawa Barat dimulai Minggu (14/9) dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, dengan pesawat Cessna Caravan PK-YNA. Sebanyak 800 kg NaCl dan 800 kg CaO disemai di atas langit Pandeglang dan Bogor. Hasil intervensi ini terindikasi mampu mengurangi curah hujan di wilayah Jabodetabek sebesar 31%. Baca Juga: Update Bencana Terkini: Banjir dan Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Banjir Kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan risiko banjir membutuhkan kerja sama semua pihak. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pembersihan drainase dan normalisasi sungai perlu dilakukan untuk mencegah luapan air ke pemukiman warga. Hal ini merupakan strategi penting dalam mitigasi banjir jangka panjang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK