faktakalbar

Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Barantin Kerahkan 3.930 Personel untuk Pengawasan Pangan Ramadhan

Penulis: Redaksi Friday, 27 February 2026 📖 2 menit
Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Barantin Kerahkan 3.930 Personel untuk Pengawasan Pangan Ramadhan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Karantina Indonesia (Barantin) secara resmi menyiagakan sebanyak 3.930 personel untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pangan yang berasal dari sektor pertanian maupun perikanan. Pengawasan ini difokuskan selama periode bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari hingga 22 Maret 2026. Baca Juga: Buka Rapimnas 2026, Kepala Barantin Tekankan Penguatan Sistem Perkarantinaan Nasional Langkah pengamanan berlapis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan frekuensi serta volume distribusi bahan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal, mengonfirmasi bahwa pengerahan ribuan personel ini bertujuan mutlak untuk menjamin keamanan serta mutu pangan yang nantinya beredar luas di tengah masyarakat. “Selama momen Ramadhan, Barantin meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pangan untuk memastikan keamanan dan mutu pangan yang akan dikonsumsi masyarakat selama menunaikan ibadah Ramadhan,” ujar Hudiansyah Is Nursal, Rabu (25/2/2026). Pelaksanaan tugas ini merupakan amanat langsung dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Merujuk pada payung hukum tersebut, otoritas karantina negara memiliki tanggung jawab penuh dalam mencegah proses masuk, keluar, hingga tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan di seluruh wilayah hukum Indonesia. Hudiansyah menjelaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan mutu pangan ini sejatinya merupakan agenda rutin institusi. Namun, eskalasi lalu lintas barang selalu menuntut adanya peningkatan kewaspadaan saat memasuki bulan puasa. “Tren lalu lintas komoditas pangan asal pertanian dan perikanan selama Ramadhan hingga Idulfitri, berdasarkan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi, relatif meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, seperti beras, daging, ikan, telur, cabai, bawang, dan bahan pokok lainnya,” ujarnya. Berdasarkan pencatatan sertifikasi di sistem Best Trust pada periode Ramadan tahun sebelumnya, total volume distribusi bahan pokok skala nasional melonjak tajam hingga 69 persen dengan total 5.604.000 ton. Peningkatan paling mencolok terjadi pada komoditas perikanan seperti tuna dan cakalang yang meroket 137 persen, disusul distribusi beras yang naik sebesar 92 persen, serta jagung dengan peningkatan 18 persen. Baca Juga: Karantina Kalbar Tahan Daging Kelelawar Ilegal di PLBN Aruk Untuk mengakomodasi padatnya arus distribusi, layanan pengawasan pangan Ramadhan ini disebar di 38 provinsi di Indonesia. Sebanyak 161 satuan pelayanan aktif beroperasi di titik vital seperti bandara, pos lintas batas negara, pelabuhan, hingga kantor pos. Para petugas juga disiagakan beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya guna mendukung optimalisasi pengawasan pangan Ramadhan, khususnya di wilayah dengan intensitas lalu lintas super padat seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK