faktakalbar

Antisipasi Macet Nataru, Kemenhub Siapkan Ganjil Genap di Jalur Wisata dan Pembatasan Truk Sumbu Tiga

Penulis: Redaksi Monday, 17 November 2025 📖 2 menit
Antisipasi Macet Nataru, Kemenhub Siapkan Ganjil Genap di Jalur Wisata dan Pembatasan Truk Sumbu Tiga
Faktakalbar.id, JAKARTA – Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) telah menyiapkan strategi pengaturan kendaraan saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan nyaman. Baca Juga: TPID Kalbar Rampungkan Peta Jalan Inflasi, Strategi 4K Jadi Senjata Hadapi Nataru Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan bahwa strategi ini disusun untuk mengantisipasi prediksi peningkatan pergerakan masyarakat. “Menghadapi peningkatan pergerakan masyarakat saat periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kemenhub telah menyiapkan strategi utama guna antisipasi kepadatan lalu lintas,” kata Aan Suhanan, Minggu (16/11/2025). Aan menjelaskan, sejumlah strategi disusun berdasarkan data dan hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru sebelumnya. Salah satu fokus utamanya adalah penambahan kapasitas jalan, yang diprediksi tidak akan sanggup menampung lonjakan kendaraan. Untuk itu, skema rekayasa lalu lintas seperti one way , contra flow , atau ganjil genap akan disiapkan, terutama di titik rawan kemacetan. “Untuk menambah kapasitas jalan bisa dilakukan dengan one way, contra flow, atau ganjil genap terutama di jalur menuju tempat wisata sehingga volume kendaraan yang banyak masih bisa di atasi,” jelasnya. Khusus untuk ruas jalan menuju tempat wisata, ia mendorong pemangku kepentingan di daerah untuk proaktif berkoordinasi menerapkan strategi tersebut. “Silakan para pemangku kepentingan yang ada di daerah ini berkoordinasi, supaya tidak terjadi lagi kemacetan di jalur-jalur wisata,” tegas Aan. Strategi kedua, berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, adalah pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Langkah ini dinilai efektif menjamin kelancaran arus lalu lintas, terutama di ruas jalan tol. “Demi kelancaran dan keselamatan dapat melakukan pembatasan angkutan sumbu tiga ke atas. Saat ini kami sudah membuat draf terkait aturan pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” jelasnya. Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan strategi delaying system , yakni rekayasa lalu lintas dengan sengaja memperlambat atau memutar arus kendaraan untuk menghindari kemacetan total ( stuck ) di satu titik. “Strategi ini perlu pengkajian yang cermat, sehingga delaying system ini tidak hanya memindahkan kemacetan ke titik yang lain,” tambah Aan. Tantangan lain yang diwaspadai adalah faktor cuaca. Libur Nataru kali ini diprediksi BMKG bertepatan dengan puncak musim hujan, sehingga berpotensi diwarnai cuaca ekstrem. Baca Juga: Wagub Kalbar Tekankan Jaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Nataru  Aan menekankan pentingnya mitigasi bencana, khususnya di Jawa Tengah. “Kita berharap tidak akan terjadi longsor, tapi tetap perlu kita siapkan mitigasinya, dengan membangun posko terpadu, siapkan alat berat, dan lain sebagainya di titik-titik rawan," tandasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK