faktakalbar

Antisipasi Perkelahian Remaja, Polresta Pontianak Libatkan Ibu-Ibu Amankan Pawai Obor

Penulis: Redaksi Saturday, 14 February 2026 📖 2 menit
Antisipasi Perkelahian Remaja, Polresta Pontianak Libatkan Ibu-Ibu Amankan Pawai Obor
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Polresta Pontianak menyiapkan skema pengamanan khusus untuk rangkaian kegiatan di Masjid Raya Mujahidin yang puncaknya berupa pawai obor . Langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral ( Rakor Linsek ) yang berlangsung di Aula Polresta Pontianak pada Kamis (12/2/2026). Kapolresta Pontianak, Endang Tri Purwanto , menjelaskan bahwa terdapat irisan jadwal pengamanan yang dimulai sejak pertengahan Februari. Rangkaian acara meliputi lomba hadrah , pawai kendaraan hias, hingga pawai obor sebagai acara utama. Baca Juga:  Cap Go Meh 2026 Bertepatan Ramadhan: Naga Wajib Berhenti Saat Adzan, Karnaval Usai Tarawih "Terkait dengan adanya pelaksanaan pawai obor yang dilaksanakan di Masjid Raya Mujahidin, mulai dari tanggal 14, 15, dan 16. Sabtu (14/2/2026) ada rangkaian yaitu kegiatan lomba hadrah yang dilaksanakan di halaman Masjid Mujahidin, kita akan bantu untuk pengamanannya," ujar Endang Tri Purwanto. Ia melanjutkan bahwa pada Minggu (15/2/2026) akan digelar pawai kendaraan hias, dan Senin (16/2/2026) merupakan puncak acara berupa pawai obor. Keterlibatan Ibu-Ibu sebagai Strategi Pengamanan Ada hal berbeda dalam teknis pengamanan pawai obor tahun ini. Berdasarkan hasil audiensi dengan pihak panitia, terdapat rencana pelibatan kelompok perempuan atau ibu-ibu untuk mengawal peserta pawai guna meminimalkan gesekan antar-remaja. "Yang membedakan pawai obor berdasarkan audiensi dengan panitia adalah keterlibatan emak-emak sebagai ras terkuat di dunia, dalam mengantisipasi terjadinya perkelahian, kenakalan remaja, dan sebagainya," ungkap Endang Tri Purwanto. Strategi ini diterapkan karena sebagian besar peserta pawai diperkirakan berasal dari kalangan anak muda. Polisi menilai kehadiran sosok ibu di tengah barisan dapat memberikan pengaruh psikologis yang lebih meredam potensi konflik. Berkaca pada Insiden Maut Tahun Sebelumnya Pengamanan ketat ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Pihak kepolisian memberikan perhatian khusus pada kategori peserta dari generasi muda yang dinilai masih memiliki emosi labil. "Mengingat nanti kemungkinan pawai obor diikuti oleh banyak anak-anak muda, yang merupakan generation set yang masih mencari jati diri," jelasnya. Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa catatan kelam pada tahun sebelumnya menjadi alarm bagi aparat keamanan untuk tidak lengah dalam mengawal pergerakan massa di jalan raya. "Di situ kita berkaca pengalaman tahun sebelumnya sampai mengakibatkan korban jiwa, tentunya ini menjadi tantangan bagi kami dari Kepolisian Resort Kota Pontianak untuk mengamankan kegiatan tersebut," pungkasnya. Baca Juga:  Jamin Kondusivitas, Polda Kalbar Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks Jelang Imlek (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK