faktakalbar

Apa itu KBGO? Ini Penjelasannya

Penulis: Redaksi Friday, 19 December 2025 📖 2 menit
Apa itu KBGO? Ini Penjelasannya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya penggunaan internet dan media sosial. Ruang digital yang seharusnya menjadi sarana berekspresi justru kerap berubah menjadi ruang kekerasan, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya. Meski terjadi di dunia maya, KBGO memiliki dampak nyata dan serius terhadap korban, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi. Baca Juga:  Kasus Pencabulan di Sambas: Polisi Amankan Pelaku, Korban Alami Kekerasan Seksual Sejak April 2024 KBGO adalah segala bentuk kekerasan yang dilakukan melalui teknologi digital dan ditujukan kepada seseorang berdasarkan gender, identitas gender, atau ekspresi gendernya. Kekerasan ini berakar pada ketimpangan relasi kuasa yang sama dengan kekerasan berbasis gender secara umum, tetapi difasilitasi oleh media digital. Komnas Perempuan menjelaskan bahwa KBGO merupakan bagian dari kekerasan berbasis gender yang memanfaatkan teknologi informasi, seperti media sosial, aplikasi pesan, dan platform digital lainnya. Oleh karena itu, kekerasan ini tidak dapat dianggap ringan hanya karena terjadi di ruang virtual. Bentuk-bentuk KBGO KBGO memiliki beragam bentuk yang sering kali saling berkaitan. Salah satu bentuk yang paling umum adalah pelecehan berbasis gender di ruang digital, seperti komentar seksual, ujaran merendahkan, dan ancaman kekerasan melalui media sosial. Selain itu, terdapat kekerasan berupa penyebaran konten intim tanpa persetujuan korban, yang sering disebut sebagai kekerasan seksual berbasis digital. Bentuk lain meliputi doxing, yaitu penyebaran data pribadi korban, serta impersonasi dan manipulasi identitas digital yang bertujuan merusak reputasi. Dalam banyak kasus, KBGO dilakukan secara berulang dan masif, sehingga memperparah tekanan psikologis yang dialami korban. Maraknya KBGO tidak terlepas dari anonimitas di ruang digital yang membuat pelaku merasa aman dari konsekuensi. Budaya patriarki yang telah lama mengakar juga terbawa ke ruang online , sehingga praktik pelecehan dan kontrol terhadap tubuh serta ekspresi gender korban terus direproduksi. Di sisi lain, rendahnya literasi digital dan lemahnya penegakan hukum di ruang siber turut memperparah situasi. Banyak korban kekerasan berbasis gender online memilih diam karena takut disalahkan, tidak dipercaya, atau justru kembali diserang di ruang publik.   Dampak KBGO terhadap Penyintas Dampak KBGO tidak kalah serius dibandingkan kekerasan di dunia nyata. Secara psikologis, penyintas dapat mengalami stres, kecemasan, depresi, hingga trauma berkepanjangan. Tekanan ini sering diperparah oleh serangan yang berlangsung terus-menerus dan dapat diakses publik. Baca Juga:  Refleksi Luka Firdaus: 4 Realitas Pahit Novel ‘Perempuan di Titik Nol’ yang Masih Relevan di Indonesia Secara sosial, penyintas berisiko mengalami pembatasan ruang berekspresi, menarik diri dari media sosial, bahkan kehilangan peluang pendidikan dan pekerjaan. Dengan demikian, KBGO berimplikasi langsung pada hak asasi dan kualitas hidup penyintas. Pemahaman publik mengenai KBGO menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan. Edukasi tentang etika digital, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap privasi perlu diperkuat, terutama di kalangan pengguna internet aktif. Selain itu, dukungan terhadap korban dan keberpihakan institusi sangat dibutuhkan agar ruang digital dapat menjadi lingkungan yang lebih aman. Tanpa perubahan cara pandang dan sistem perlindungan yang memadai, KBGO berpotensi terus meningkat. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK