Arti Kata Unik Bahasa Melayu Pontianak
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Bahasa Melayu Pontianak mempunyai keunikan tersendiri yang membedakannya dengan dialek Melayu di daerah lain. Para pendatang atau wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Kota Khatulistiwa sering merasa bingung mendengar beberapa istilah lokal. Memahami kosakata populer masyarakat setempat membantu Anda berkomunikasi lebih akrab dan menghindari salah paham.
Berikut daftar kata unik dalam bahasa Melayu Pontianak yang wajib Anda ketahui.
Baca Juga:
Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar Mulai Revitalisasi Bahasa Melayu di Sekolah
1.
Lawar
Bukan Nama Sayuran
Jika di daerah lain lawar identik dengan makanan, masyarakat Pontianak menggunakan kata ini untuk memuji penampilan. Warga lokal menyebut orang yang terlihat keren, cantik, atau tampan dengan istilah lawar. Jadi apabila seseorang menyebut Anda lawar benar hari ini, itu artinya mereka memuji gaya berpakaian atau paras Anda.
2.
Budak
Sebagai Panggilan Akrab
Anda tidak perlu tersinggung jika seseorang memanggil Anda dengan sebutan budak. Dalam dialek lokal, budak berarti anak anak atau teman sebaya. Kata ini berfungsi mirip dengan panggilan kawan dalam bahasa pergaulan. Contohnya kalimat budak mana yang bawa motor itu memiliki arti anak atau orang mana yang membawa motor itu.
3.
Sintang
Bukan Hanya Nama Kabupaten
Meskipun Sintang merupakan nama salah satu kabupaten di Kalimantan Barat, kata ini mempunyai arti lain dalam percakapan sehari hari. Sintang merujuk pada posisi yang menghalangi jalan atau posisi melintang. Jika seseorang berkata jangan simpan barang sintang di pintu, itu artinya jangan menaruh barang melintang di depan pintu.
4. Tekul Berarti Menundukkan Kepala
Kata tekul atau menekul sering muncul saat seseorang sedang sibuk dengan ponsel atau sedang bersedih. Kata ini berarti menunduk atau melihat ke arah bawah dalam waktu yang lama. Kalimat dia dari tadi menekul saja melihat HP sering terdengar di kedai kopi saat melihat orang yang asyik dengan gawainya sendiri.
5. Pencalok Sambal Khas dari Udang
Bagi pencinta kuliner, Anda wajib mengenal istilah pencalok. Istilah ini merujuk pada udang kecil atau rebon yang melalui proses fermentasi. Masyarakat Pontianak biasanya mengolah pencalok menjadi sambal dengan campuran perasan jeruk sambal dan cabai yang sangat lezat.
Baca Juga:
Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar Mulai Revitalisasi Bahasa Melayu di Sekolah
6. Calok Berarti Berlebihan atau Sok
Berbeda dengan pencalok yang merupakan makanan, kata calok sering menjadi sindiran bagi orang yang bersikap berlebihan atau sok tahu. Kata ini biasanya muncul dalam percakapan santai saat melihat seseorang yang beraksi lebih dari porsinya.
Memahami istilah istilah tersebut akan membuat pengalaman Anda berinteraksi dengan warga Pontianak menjadi lebih seru. Penggunaan kata yang tepat mencerminkan kedekatan dan rasa hormat terhadap budaya setempat.
(*Sr)
Tag:
#Budaya Kalimantan Barat
#wisata pontianak
#Bahasa Melayu Pontianak
#Kamus Pontianak
#Istilah Unik Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.