faktakalbar

Bukan Hanya Makanan: Faktor Genetik Asam Urat dan Kaitannya dengan Berat Badan

Penulis: Dimas Thursday, 13 November 2025 📖 2 menit
Bukan Hanya Makanan: Faktor Genetik Asam Urat dan Kaitannya dengan Berat Badan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Masalah nyeri asam urat atau yang dalam istilah medis disebut gout merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri atau bengkak di area sendi. Kondisi ini muncul akibat penumpukan asam urat berlebih dalam darah. Asam urat berlebih ini kemudian membentuk kristal di sendi. Kondisi nyeri sendi ini memang sering dikaitkan dengan kebiasaan makan. Contohnya, konsumsi tinggi daging merah atau alkohol. Namun, sebenarnya apakah ada faktor keturunan yang bisa memicu masalah asam urat? Faktanya, kondisi ini pertama kali diketahui pada abad ke-5. Penyakit ini diberi nama unwalkable disease atau penyakit yang membuat tidak bisa berjalan. Baru pada abad ke-17, ilmuwan menduga masalah asam urat juga memiliki komponen genetik. Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Anda Sangat Mengantuk Setelah Minum Obat Asam Urat Keturunan sangat mungkin terjadi. Gen yang berkaitan dengan hal ini utamanya merupakan bagian dari renal-urate transport system . Sistem tersebut bertugas membuang asam urat, hasil pemecahan urine, dari aliran darah. Biasanya, hanya sebagian kecil asam urat yang dibuang lewat urine. Sekitar 90 persen sisanya justru diserap kembali oleh tubuh. Sistem transportasi inilah yang menentukan seberapa besar penyerapan kembali tersebut. Mutasi Gen dan Pengaruhnya terhadap Asam Urat Mutasi gen yang diwariskan pada sistem transportasi ini bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam membuang kelebihan asam urat. Artinya, jika seseorang mewarisi gen 'lambat', tubuhnya tidak mampu menyaring asam urat seefisien orang yang memiliki gen 'cepat' atau normal. Secara khusus, gen ABCG2 dan SLC2A9 diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko terkena asam urat. Hal ini memperkuat bahwa faktor genetik adalah Penyebab Asam Urat Selain Makanan yang sangat signifikan. Pakar reumatologi, Dr. Panico, menegaskan bahwa faktor genetik ini bukanlah kesalahan pribadi. "Jika Anda memiliki orang tua dengan asam urat dan merasa mungkin Anda juga mengalaminya, tidak ada yang perlu disalahkan. Kemungkinan besar Anda mewarisi kondisi tersebut, sama seperti Anda mewarisi warna mata atau rambut. Kini ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa asam urat bukanlah kesalahan pribadi," ucap Dr. Panico dikutip dari Summit Rheumatology, Selasa (11/11/2025). Gaya Hidup Tetap Kunci Pengendalian Meskipun Asam Urat Keturunan adalah fakta, hasil positif pada gen ini bukan berarti seseorang pasti akan mengalami masalah asam urat. Gaya hidup dan faktor lingkungan tetap berpengaruh besar pada asam urat. Baca Juga: Tren Sarapan Rebusan Kukusan Gen Z Viral: Menkes Budi Apresiasi, Harga Sepaket Cuma Rp10 Ribu Beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terkena nyeri asam urat meliputi: Kelebihan berat badan. Konsumsi alkohol tinggi. Pola makan tinggi purin. Penggunaan obat tertentu. Bagaimanapun kondisi riwayat keluarga, risiko tetap bisa dikurangi melalui perubahan gaya hidup sehat. "Kita bisa membahas pola makan dan kebiasaan hidup, karena mengontrol hal-hal tersebut akan berdampak baik untuk kesehatan secara menyeluruh," sambung Dr. Panico. Kegemukan, terutama dengan lemak di area perut, adalah salah satu penyebab utama. Lemak di perut dapat memicu pelepasan zat kimia pemicu peradangan, yang dapat memperburuk kondisi nyeri asam urat. "Dengan memperbaiki kualitas makanan, Anda bisa menurunkan asupan purin, zat dalam makanan yang menghasilkan asam urat terbanyak. Selain itu, menjaga berat badan sehat juga membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, yang keduanya sangat berkaitan dengan asam urat," tandasnya. Jelas, meskipun faktor genetik ada, pengendalian gaya hidup tetap menjadi langkah terbaik untuk mengelola risiko Penyebab Asam Urat Selain Makanan ini. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK