faktakalbar

Asyik Main Game Saat Dikhitan, Abdi Hafiz Jadi Bukti Modernitas Khitanan Massal Pegadaian Pontianak

Penulis: Redaksi Monday, 23 June 2025 📖 1 menit
Asyik Main Game Saat Dikhitan, Abdi Hafiz Jadi Bukti Modernitas Khitanan Massal Pegadaian Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Khitanan massal yang digelar PT Pegadaian di Kantor Pegadaian Pontianak pada Minggu (22/6/2025) tak hanya menjadi ajang bakti sosial, tetapi juga potret kemajuan metode medis. Hal ini dibuktikan oleh Abdi Hafiz Ramadhan (11), siswa SD Negeri 09 Pontianak Barat, yang justru asyik bermain game Free Fire dan E-Football sepanjang proses khitannya. Abdi, yang baru naik kelas 6 SD, menjadi peserta pertama yang menjalani khitanan dari total 124 anak yang terdaftar. Dengan tenang, ia fokus pada gawainya sementara proses khitan berlangsung kurang lebih hanya 2,5 menit. Ketenangannya sontak menjadi perhatian. Ibunda Abdi, Tyas Kusmina, mengungkapkan rasa leganya. "Lega, terus metodenya lebih bagus dari yang pernah saya lihat dulu ponakan-ponakan saya. Saya lihat ini metodenya lebih baru, Alhamdulillah sejauh ini anaknya senang, belum ada keluhan, mudah-mudahan anak kami baik-baik saja," tuturnya saat diwawancarai paska proses khitan anaknya. Baca Juga: PT Pegadaian Gelar Khitanan Massal "Langkah Emas Anak Soleh" di Pontianak Holilur Rohman, Kadiv Usaha Syariah Pegadaian, sebelumnya memang telah menegaskan komitmen Pegadaian untuk menggunakan metode terbaik dan teraman. "Metode sunat yang digunakan adalah metode terbaik, teraman, dan modern, dengan mendatangkan Dokter dr. Imam Khoiril Fajri dari luar Kalimantan Barat dan juga melibatkan dokter-dokter lokal," terang Holilur. Hal ini memastikan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi para peserta, seperti yang dialami Abdi. Keberhasilan khitanan modern ini tak lepas dari tujuan acara bertajuk "Langkah Emas Anak Soleh" tersebut. Selain aspek kesehatan, Pegadaian juga mengedukasi peserta dan orang tua tentang literasi investasi emas sebagai bekal masa depan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Pegadaian kepada masyarakat melalui Dana Kebajikan Umat (DKU), serta program "Mengemaskan Indonesia" yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 . Khitanan massal ini juga serentak digelar di berbagai kota di seluruh Indonesia, dengan target total 124 anak yang dikhitan, merepresentasikan usia 124 tahun Pegadaian mengabdi untuk negeri. (Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK