Atasan Wajib Tahu! Ini 6 Ciri Karyawan Mau Resign yang Sering Tidak Disadari
Faktakalbar.id, LIFESTYLE
– Kehilangan anggota tim terbaik secara tiba-tiba sering kali menjadi tantangan besar bagi sebuah perusahaan.
Padahal, keputusan untuk mengundurkan diri atau
resign
biasanya tidak terjadi dalam semalam.
Ada "sinyal-sinyal" halus yang ditunjukkan oleh karyawan sebelum akhirnya surat pengunduran diri mendarat di meja atasan.
Bagi para manajer atau rekan kerja, memahami tanda-tanda ini sangat penting untuk melakukan antisipasi atau sekadar mempersiapkan
transisi
.
Baca Juga:
Mental Aman, Karir Nyaman: 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Harus Segera Ditinggalkan
Berikut adalah 6 ciri umum karyawan yang sedang berencana untuk
resign
:
1. Perubahan Drastis pada Penampilan
Jika biasanya rekan kerja Anda berpakaian santai, lalu tiba-tiba sering datang menggunakan kemeja sangat rapi atau jas dengan alasan "ada acara keluarga", waspadalah.
Ini adalah ciri paling klasik bahwa mereka sedang atau baru saja mengikuti
interview
kerja di tempat lain di sela jam kantor.
2. Menarik Diri dari Pergaulan Kantor
Karyawan yang berencana pergi cenderung mulai menjaga jarak secara emosional.
Mereka yang biasanya aktif berdiskusi atau ikut nongkrong setelah
deadline
, perlahan menjadi lebih pendiam.
Hal ini dilakukan secara bawah sadar untuk memutus ikatan emosional agar proses pindah nanti tidak terlalu berat.
3. Penurunan Antusiasme dalam Rapat
Perhatikan saat sesi
brainstorming
.
Jika seseorang yang biasanya vokal dan penuh ide tiba-tiba hanya menjadi pendengar pasif dan sering menjawab "setuju saja", itu pertanda mereka sudah tidak lagi memiliki visi jangka panjang di perusahaan tersebut.
Mereka merasa tidak perlu lagi berinvestasi ide pada tempat yang akan segera ditinggalkan.
4. Lebih Sering Mengambil Izin Singkat
Izin sakit yang mendadak, izin urusan keluarga yang sering, atau pulang lebih awal secara rutin bisa menjadi indikasi mereka sedang mengatur jadwal pertemuan dengan perusahaan baru.
Frekuensi absen yang meningkat tanpa alasan medis yang jelas adalah tanda peringatan yang kuat.
5. Produktivitas yang "Pas-pasan"
Fenomena
quiet quitting
sering kali menjadi jembatan menuju
resign
.
Karyawan akan bekerja hanya sesuai deskripsi pekerjaan minimal, tanpa keinginan untuk memberikan nilai tambah.
Mereka bekerja sekadar untuk menyelesaikan kewajiban hingga hari terakhir mereka tiba.
6. Perubahan Perilaku di Media Sosial
Di era digital, aktivitas di LinkedIn bisa menjadi indikator nyata.
Karyawan yang tiba-tiba memperbarui foto profil profesional, lebih aktif mengunggah portofolio, atau menjalin koneksi dengan banyak
recruiter
, hampir dipastikan sedang membuka pintu untuk peluang baru.
Mengenali ciri-ciri di atas bukan berarti Anda harus bersikap curiga.
Sebaliknya, ini adalah momen bagi atasan untuk mengajak mereka berdiskusi secara hati ke hati (
one-on-one
).
Siapa tahu, masalah yang mereka hadapi sebenarnya bisa diselesaikan sebelum mereka benar-benar melangkah pergi.
Baca Juga:
Jangan Asal Resign! Pastikan Dulu: Kantornya yang Toxic atau Kamu yang Punya “Victim Mentality”?
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.