Atasi Inflasi, Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Ayam dan Jaga Stabilitas Beras
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Selain lonjakan harga cabai, pemerintah juga meng
identifikasi
kenaikan harga daging ayam ras sebagai salah satu pemicu inflasi di 189 daerah.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan kebijakan terkendali untuk melindungi peternak.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (13/10/2025), Tito Karnavian menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena peternak menghadapi kenaikan ongkos produksi.
“Kementerian Pertanian menaikkan sedikit harga ayam ras untuk melindungi peternak,” katanya.
Baca Juga:
Indonesia Masuk 5 Besar Negara dengan Populasi Kumuh Terbanyak di Dunia
Meski begitu, ia
menginstruksikan
pemerintah daerah untuk tetap mengawasi agar kenaikan harga di pasar tidak berlebihan dan memberatkan konsumen.
Di sisi lain, Tito membawa kabar baik mengenai komoditas beras.
Harga dan stok beras nasional dilaporkan masih sangat stabil dan terkendali.
Ia bahkan optimistis Indonesia tidak perlu melakukan impor hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah, ketersediaan beras nasional cukup baik. Insya Allah sampai akhir tahun tidak perlu impor karena kita sedang menuju swasembada beras,” ungkapnya.
Ia menyimpulkan bahwa stabilitas harga saat ini bergantung pada pengelolaan tiga komoditas utama: cabai merah, daging ayam ras, dan emas.
Baca Juga:
Krisis Perkotaan Global: 800 Juta Manusia Masih Terjebak di Permukiman Kumuh
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.