faktakalbar

Tak Ingin Kubu Raya Darurat Sampah, Sujiwo 'Jemput Bola' Teknologi RDF ke Kemendagri

Penulis: Redaksi Monday, 08 December 2025 📖 1 menit
Tak Ingin Kubu Raya Darurat Sampah, Sujiwo 'Jemput Bola' Teknologi RDF ke Kemendagri
Faktakalbar.id, JAKARTA - Persoalan sampah yang kian kompleks membutuhkan solusi futuristik. Menyadari hal tersebut, Bupati Kubu Raya , Sujiwo , tidak tinggal diam. Ia langsung terbang ke Jakarta untuk melakukan kunjungan kerja strategis ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri , Jumat (05/12/25). Baca Juga:   Sidak Malam di Jalan Perdamaian, Sujiwo ‘Gerah’ Lihat Bahu Jalan Jadi Parkir dan Lapak Dalam pertemuan yang diterima langsung oleh Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah, Iwan Kurniawan, Sujiwo mendesak percepatan implementasi program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) di wilayahnya. LSDP bukanlah program sembarangan. Inisiatif Kemendagri yang disokong penuh oleh Bank Dunia ini menawarkan transformasi total dalam tata kelola persampahan. Fokus utamanya adalah ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya. "LSDP merupakan program strategis yang dapat memperkuat tata kelola persampahan melalui penerapan teknologi dan model pengelolaan modern," ungkap Sujiwo. Salah satu teknologi canggih yang diincar Sujiwo adalah Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Baca Juga:  Banjir Rob di Pontianak dan Kubu Raya Lumpuhkan Aktivitas Warga Jika diterapkan, volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat dipangkas secara signifikan, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru. "Dengan adanya percepatan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap pengelolaan sampah dapat ditangani lebih efektif, modern, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lingkungan," tambahnya. Langkah jemput bola ini menegaskan komitmen Pemkab Kubu Raya untuk tidak hanya menumpuk sampah, tetapi mengelolanya dengan cara cerdas demi keberlanjutan lingkungan dan pelayanan publik yang prima. (Ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK