faktakalbar

Awas! 10 Profesi Ini Paling Rawan Diganti AI

Penulis: Redaksi Wednesday, 18 March 2026 📖 1 menit
Awas! 10 Profesi Ini Paling Rawan Diganti AI
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pekerja berpendidikan tinggi harus mulai waspada sekarang. Kecerdasan buatan atau AI kini mengancam posisi mereka secara serius. Riset terbaru Anthropic mematahkan mitos lama mengenai otomatisasi pekerjaan. Teknologi canggih ini justru mengincar pekerja kantoran bergaji besar. Pekerja lapangan atau pekerja manual ternyata jauh lebih aman. Baca Juga:  Lebih Nyaman Sendiri? Ini 4 Alasan Psikologis Mengapa Kamu Tidak Suka Bergantung pada Orang Lain Anthropic merupakan perusahaan teknologi raksasa pencipta sistem Claude AI. Mereka baru saja meneliti dampak AI terhadap ribuan jenis pekerjaan. Hasil riset ini menunjukkan sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Perusahaan bisa mengotomatisasi pekerjaan dengan rutinitas menatap layar komputer secara penuh. Profesi Paling Rawan Peneliti Anthropic merilis daftar pekerjaan yang paling terancam kecerdasan buatan. Posisi yang masuk daftar ini umumnya memiliki rutinitas yang bisa mesin pelajari. Berikut adalah sepuluh profesi paling rawan tersebut: Programmer (kerentanan tertinggi) Petugas customer service Pekerja data entry Spesialis rekam medis Analis riset pasar Tenaga penjualan ( sales ) Analis keuangan dan investasi Penguji perangkat lunak ( Software QA ) Analis keamanan informasi Spesialis support komputer Profesi Paling Aman Di sisi lain, beberapa profesi terbukti sangat kebal dari ancaman sistem AI. Sekitar 30 persen pekerja memiliki tingkat paparan nol persen. Profesi seperti guru, perawat, petani, montir, dan koki memegang kendali penuh. Pengacara litigasi juga masuk ke dalam daftar pekerjaan aman ini. Pekerjaan tersebut menuntut keterampilan fisik dan interaksi empati manusia tingkat tinggi. Mesin pintar belum mampu meniru kemampuan kompleks manusia tersebut. Baca Juga:  Tetap Berprestasi! Ini 4 Tanda Kamu Pekerja Profesional Meskipun Karaktermu Moodyan Meskipun ancaman ini nyata, para pekerja belum perlu merasa panik berlebihan. Dunia kerja nyata masih mengadopsi AI secara cukup lambat. Peneliti Anthropic belum menemukan bukti nyata mengenai badai pengangguran massal. Perusahaan tetap membutuhkan sentuhan manusia untuk mengendalikan teknologi baru tersebut. (*r)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK