Awas Dehidrasi! Hindari 4 Makanan Ini Saat Cuaca Sedang Panas Ekstrem
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Saat matahari bersinar terik dan suhu udara melonjak tinggi, tubuh manusia bekerja keras untuk menjaga keseimbangan suhu internal melalui keringat.
Dalam kondisi ini, apa yang Anda konsumsi memiliki dampak besar terhadap kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri.
Salah memilih menu makan siang justru bisa membuat tubuh terasa semakin gerah, lemas, hingga memicu
dehidrasi
.
Banyak orang beranggapan bahwa semua makanan sama saja, padahal beberapa jenis asupan memiliki efek termogenik (menghasilkan panas) yang tinggi.
Baca Juga:
Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Coba Rutin Konsumsi 5 Buah Pereda Nyeri Ini
Demi menjaga kenyamanan dan kesehatan Anda di tengah gelombang panas, sebaiknya kurangi atau hindari sementara empat jenis makanan berikut ini:
1. Daging Merah (Sapi dan Kambing)
Daging merah seperti daging sapi, domba, atau kambing memang sumber protein yang baik, namun menyantapnya dalam porsi besar saat cuaca panas bukanlah ide yang bijak.
Hal ini dikarenakan daging merah memiliki kandungan lemak dan protein tinggi yang sangat sulit dipecah oleh sistem pencernaan manusia.
Proses mencerna daging merah membutuhkan energi yang sangat besar dari tubuh, sebuah proses yang disebut
termogenesis
.
Akibatnya, metabolisme tubuh akan bekerja ekstra keras dan secara otomatis meningkatkan suhu internal tubuh Anda.
Setelah menyantap sate kambing atau rendang di siang bolong, Anda pasti akan merasa jauh lebih gerah dan berkeringat berlebihan dibandingkan jika Anda menyantap ikan atau sayuran.
2. Makanan Pedas Berlebihan
Meskipun ada anggapan bahwa makanan pedas bisa mendinginkan tubuh lewat keringat, faktanya konsumsi cabai yang berlebihan saat cuaca ekstrem justru berisiko.
Kandungan
capsaicin
dalam cabai memang memicu reseptor panas di tubuh yang membuat Anda berkeringat deras seketika.
Namun, jika keringat yang keluar terlalu banyak dan tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, Anda berisiko tinggi mengalami dehidrasi dengan cepat.
Selain itu, makanan pedas dapat meningkatkan suhu inti tubuh secara drastis dalam waktu singkat, yang justru menambah rasa tidak nyaman dan gelisah saat Anda harus beraktivitas di bawah terik matahari.
3. Gorengan dan Makanan Berminyak
Gorengan adalah musuh utama bagi pencernaan saat suhu udara sedang tinggi.
Makanan yang digoreng dengan metode
deep-fry
mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi.
Lemak adalah makronutrien yang paling lambat dicerna oleh lambung dibandingkan karbohidrat atau protein.
Ketika Anda mengonsumsi gorengan, darah akan terkonsentrasi di area perut untuk membantu proses pencernaan yang berat tersebut, sehingga aliran darah ke kulit berkurang.
Padahal, aliran darah ke kulit diperlukan untuk melepas panas tubuh.
Akibatnya, tubuh menahan panas lebih lama, membuat Anda merasa begah, lesu, dan "berat" di tengah cuaca yang sudah membuat gerah.
4. Makanan Tinggi Garam (Asin)
Camilan keripik asin, makanan kaleng, atau makanan cepat saji (
fast food
) biasanya mengandung natrium (garam) dalam jumlah yang sangat tinggi.
Konsumsi garam berlebih akan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh.
Garam bersifat menarik air, sehingga sel-sel tubuh Anda akan "memegang" air dan menyebabkan retensi cairan, membuat tubuh terasa bengkak atau kembung.
Di sisi lain, ginjal akan bekerja keras membuang kelebihan garam tersebut dengan menarik cairan dari bagian tubuh lain, yang pada akhirnya memicu rasa haus berlebih dan mempercepat proses dehidrasi jika Anda tidak segera minum air putih dalam jumlah banyak.
Menjaga suhu tubuh tetap stabil saat cuaca panas tidak cukup hanya dengan menyalakan kipas angin atau AC.
Memperhatikan asupan makanan adalah kunci vital.
Untuk sementara waktu, ganti menu berat di atas dengan buah-buahan yang kaya air, sayuran segar, atau protein ringan seperti ikan kukus agar tubuh tetap sejuk, terhidrasi, dan bertenaga sepanjang hari.
Baca Juga:
Waspada Sariawan Berulang, Jadi Tanda Penyakit Serius
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.