Awas! Gula Darah Tinggi Picu Komplikasi Mematikan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kondisi gula darah tinggi atau
hiperglikemia
mengancam kesehatan tubuh secara serius.
Kadar
glukosa yang tetap
tinggi
dalam darah merusak berbagai organ tubuh secara perlahan.
Anda wajib memahami dampak bahaya ini untuk mencegah komplikasi yang mengancam nyawa. Penyakit ini biasanya memunculkan gejala awal sebagai peringatan.
Penderita sering merasa haus dan membutuhkan asupan air minum dalam jumlah banyak. Penderita juga membuang air kecil secara lebih sering terutama pada waktu malam.
Baca Juga:
Trik Ampuh Turunkan Gula Darah Tinggi Secara Cepat
Orang tersebut terus merasakan lapar meskipun sudah makan dan mengalami penurunan berat badan secara drastis.
Penderita turut mengalami pandangan mata kabur dan merasakan kelelahan yang berlebihan. Penderita sering memiliki luka yang sulit sembuh, kulit kering, rasa gatal, hingga infeksi jamur berulang.
Proses Glukosa Merusak Fungsi Organ Tubuh
Penyakit ini muncul ketika tubuh tidak memproduksi
insulin
secara cukup. Tubuh penderita juga gagal menggunakan
insulin
tersebut secara efektif.
Glukosa akhirnya menumpuk pada aliran darah karena sel tubuh tidak dapat mengubahnya menjadi energi.
Penumpukan glukosa ini secara bertahap merusak pembuluh darah kecil atau
mikrovaskular
dan pembuluh darah besar atau
makrovaskular
.
Glukosa berlebih ini juga merusak jaringan saraf di seluruh tubuh penderita. Seiring berjalannya waktu, kerusakan parah ini menghambat organ tubuh dalam menjalankan fungsi optimalnya.
Penderita akan menghadapi risiko komplikasi serius dan
ireversibel
jika membiarkan kadar gula darah tinggi.
Ancaman Penyakit Jantung dan Stroke
Kondisi
hiperglikemia
kronis merusak dinding pembuluh darah dan membuatnya menjadi lebih kaku. Kerusakan ini mempercepat penumpukan plak atau
aterosklerosis
pada area pembuluh darah. Penumpukan plak mematikan ini akhirnya memicu serangan jantung dan
stroke
secara signifikan bagi para penderita.
Ancaman Kerusakan Saraf atau Neuropati
Kadar gula darah tinggi juga memicu kerusakan saraf atau
neuropati
di seluruh tubuh. Kerusakan saraf ini menyebabkan sensasi mati rasa, kesemutan, dan nyeri parah pada area tangan serta kaki. Kondisi
neuropati
ini turut merusak jaringan saraf yang mengontrol fungsi organ dalam tubuh seperti sistem pencernaan.
Ancaman Kerusakan Ginjal atau Nefropati
Penderita juga menghadapi ancaman
nefropati
atau kerusakan ginjal. Gula darah tinggi merusak filter kecil dalam ginjal pasien. Kerusakan ini mengganggu kemampuan ginjal saat membersihkan darah dari sisa limbah. Pasien parah akhirnya mengalami gagal ginjal yang membutuhkan prosedur
dialisis
atau transplantasi organ.
Risiko Kebutaan Akibat Kerusakan Mata
Penyakit ini juga memicu
retinopati
atau kerusakan pada pembuluh darah kecil dalam retina mata. Kondisi organ mata ini menyebabkan pandangan kabur, perdarahan hebat, hingga kebutaan permanen jika pasien tidak segera mengobatinya. Gula darah tinggi juga meningkatkan risiko kemunculan
katarak
dan
glaukoma
.
Ancaman Luka Infeksi Berujung Amputasi
Kombinasi sirkulasi darah yang buruk dan
neuropati perifer
pada area kaki membuat penderita sangat rentan mengalami masalah kulit. Luka kecil pada bagian kaki menjadi sangat sulit sembuh. Luka tersebut sangat mudah mengalami infeksi parah dan berujung pada tindakan amputasi organ dalam kondisi ekstrem.
Penurunan Kognitif dan Risiko Alzheimer
Peneliti juga menemukan hubungan yang sangat kuat antara gula darah tinggi jangka panjang dan penurunan fungsi kognitif otak. Kondisi kronis ini memicu penderita mengalami berbagai gangguan memori harian. Pasien akhirnya memiliki risiko tinggi mengidap penyakit
demensia
hingga menderita
Alzheimer
.
Baca Juga:
Tetap Sehat di Hari Raya! Ini 4 Tips Mengontrol Gula Darah Saat Lebaran
Lakukan Pencegahan dan Pengobatan Sejak Dini
Anda wajib mengambil langkah pencegahan efektif untuk menghindari berbagai komplikasi mengerikan tersebut.
Anda harus menerapkan pola makan sehat dengan membatasi asupan gula, karbohidrat olahan, dan makanan berlemak jenuh.
Anda perlu melakukan aktivitas fisik moderat atau berolahraga secara rutin setiap hari. Anda wajib menjaga berat badan ideal dan menurunkannya jika mengalami obesitas. Pasien yang mendapat diagnosis
diabetes
atau
prediabetes
wajib meminum obat sesuai resep dokter.
Anda juga perlu memantau kadar gula darah secara teratur dan mengelola tingkat stres dengan baik. Dokter menyarankan Anda segera mencari pertolongan medis jika merasakan berbagai gejala awal tersebut guna mencegah perkembangan komplikasi mematikan.
(*Sr)
Tag:
#cegah diabetes
#kerusakan saraf neuropati
#penyakit diabetes
#ciri gula darah tinggi
#bahaya hiperglikemia
#komplikasi gula darah tinggi
#insulin
#Kesehatan tubuh
#gagal ginjal
#gejala gula darah naik
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.